YUO

Sumber foto: RT

Yerusalem, LiputanIslam.com — Ribuan orang penganut Yahudi ultra- Ortodoks  telah melumpuhkan sebagian besar jalan-jalan Yerusalem, akibat turunnya pria, wanita dan anak-anak untuk memprotes tagihan dinas militer meningkat  untuk membiayai militer Israel.

Media setempat menyebut protes tersebut sebagai  a million man march, dimana jumlah peserta dari long march tersebut berkisar antara 250.000 – 400.000 orang. Sedangkan informasi lainnya menyebutkan jumlahnya mencapai hampir 500.000 orang.

Polisi tidak bisa memberikan jumlah pasti , namun juru bicara Micky Rosenfeld mengatakan bahwa tidak diragukan lagi ratusan ribu pria, wanita dan anak-anak yang hadir dalam long march tersebut.

Mengenakan topi hitam dan jaket hitam panjang, anggota komunitas Haredi (pria ultra- Ortodoks di Israel ) menunjukkan slogan-slogan dalam bahasa Ibrani dan Inggris, yang menuduh pemerintah Israel tengah berusaha menekan agama.

Beberapa spanduk bertuliskan: ‘layanan militer tidak bisa dipaksakan kepada kami’ dan  ‘orang-orang Yahudi tidak dapat bertahan tanpa Taurat’.

Banyak mengenakan kain berkabung sebagai simbol kesedihan karena RUU yang mungkin akan mewajibkan ultra- Ortodoks Yahudi untuk bergabung dengan militer setelah puluhan tahun lamanya diberikan hak untuk tidak melayani negara di bidang militer.

Long march ini diselenggarakan oleh pihak kepemimpinan agama dan politik masyarakat Haredi yang berjumlah sekitar 10 persen dari 8 juta orang Israel. Pemimpin ultra- Ortodoks sangat menentang perekrutan wajib tentara dengan alasan bahwa hal itu akan menggugurkan/ mematikan kegiatan yeshiva students, yaitu  mereka yang melakukan sebuah tradisi utama- sebuah studi sehari penuh yang mempelajari Kitab Suci, dan Haredi ini dipandang sebagai dasar kehidupan Yahudi.(LiputanIslam.com/RT/AF)

Yuo 2

Sumber foto: RT

yuo 3

Sumber foto: RT

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL