paus koreaSeoul, LiputanIslam.com — Ratusan ribu umat Katholik Korea Selatan menghadiri upacara “beatifikasi” terhadap 124 pionir Katholik di negara itu yang meninggal pada abad 18 dan 19 yang lalu.

Beatifikasi adalah upacara keamanaan Katholik yang dipimpin Sri Paus untuk menghormati orang-orang Katholik yang dianggap berjasa besar bagi perkembangan agama itu. Upacara digelar secara terbuka di Gwanghwamun Square, Seoul, Sabtu (16/8).

Sebagaimana dilaporkan BBC News, upacara ini digelar pada hari ketiga kunjungan Sri Paus di Korea Selatan, dan kunjungan pertama Sri Paus ke Asia sejak dilantik menjadi Paus bulan Maret tahun lalu. Sebelumnya pada hari Jumat (15/8) Sri Paus bertemu dengan korban selamat kecelakaan feri Sewol dan memberikan kotbah pertamanya di depan massa di Korea.

Orang yang telah mendapatkan upacara beatifikasi berhak mendapatkan gelar “yang terberkati”, satu tingkat di bawah santo atau orang suci.

Agama Katholik mengalami perkembangan cukup pesat di Korea Selatan dengan jumlah pengikutnya mencapai 5,4 juta orang atau sekitar 10,4% dari jumlah penduduk.

Gwanghwamun Square adalah tempat dimana orang-orang Katholik di masa yang lalu, diarak sebelum dihukum mati di hadapan masyarakat luas.

Ke-124 orang yang mendapatkan upacara beatifikasi adalah para pendiri pertama gereja Katholik Korea Selatan 2 abad yang lalu. Mereka bukan orang yang masuk Katholik karena pengaruh misionaris asing, tapi orang-orang yang keluar dari negerinya untuk belajar langsung dan kemudian kembali untuk menyebarkan Katholik di Korea. Mereka dihukum mati oleh kerajaan karena tindakannya itu.

Pada hari Jumat Sri Paus menggelar kebaktian massal bersama puluhan ribu warga Katholik Kores di sebuah lapangan sepakbola di Daejeon, menjadi kebaktian massal pertama yang digelar Sri Paus di Korea.

Dalam kesempatan itu Sri Paus mengingatkan bahaya materialisme yang merusak masyarakat.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL