Keterangan : Salah satu propaganda Israel, membuat luka-luk palsu untuk mengelabui publik

Keterangan : Salah satu propaganda Israel, membuat luka-luka palsu untuk mengelabui publik

London, LiputanIslam.com — Konflik Israel – Palestina kian heboh dengan mendaftarnya ratusan remaja asal Inggris untuk bergabung dengan  jajaran militer Israel, guna melawan kelompok pejuang Palestina.

Direktur Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia (AOHR) Muhammad Jamil,  memperingatkan bahwa kegiatan perekrutan remaja-remaja Inggris guna bertempur persama Israel, telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir, dan ia mendesak agar pemerintah Inggris melakukan penyelidikan atas kasus ini.

Menurut AOHR, remaja-remaja yang direkrut ini akan diberikan kesempatan/ hak untuk melakukan hal berbahaya seperti yang dilakukan pasukan Israel kepada rakyat Palestina.

Dari laporan Press TV, 19 Juli 2014, pihak militer Israel juga telah mengkonfirmasi hadirnya ratusan remaja Inggris, yang oleh mereka disebut sebagai “lone soldiers” yang akan mengabdi selama 18 bulan di kemiliteran Israel.

Mengapa pemerintah Inggris membiarkan warga negaranya bertempur di negara lain?

Menurut hukum yang berlaku di Inggris, kepergian rakyatnya untuk mengangkat senjata dan bergabung dengan tentara asing tidak dianggap sebagai sebuah pelanggaran.

Dari pantauan Liputan Islam, banyak netizen yang keheranan dengan perekrutan remaja Inggris ini. Mengapa?

Akun atas nama @aishamuhammad, menulis, “Israel benar-benar negara pengecut. Seharusnya IDF berganti nama saja, menjadi Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS), kalian benar-benar mirip” tulisnya.

Lalu, akun atas nama @nsmith, menulis, “Ini benar-benar munafik. Bagaimana mungkin mereka dibiarkan untuk bergabung dengan Israel, untuk kemudian membunuhi rakyat Palestina? Catat nama-nama remaja ini. Mereka adalah teroris,” tulisnya.

Selama ini yang lazim diketahui, hanya kelompok-kelompok ektremis seperti Al-Qaeda dan affiliasinya, ISIS, yang aktif merekrut para jihadis-jihadis dari seluruh penjuru dunia untuk turut “berjihad” di Irak dan Suriah guna membentuk “Khalifah Islam”.

Apakah benar, merekrut warga negara lain untuk bergabung dengan militer Israel, dan diizinkan untuk turut bertempur menindas rakyat Palestina?

Hingga kini, operasi militer Israel telah memasuki hari kedua belas, dan menewaskan setidaknya 325 orang. Dan menurut Kementrian Kesehatan Palestina, 70 diantara korban jiwa adalah anak-anak. Sementara itu, korban yang menderita luka-luka telah mencapai 2.200 orang.

Sedangkan PBB melaporkan, jumlah pengungsi Palestina telah meningkat dua kali lipat dalam 24 jam terakhir, dan akibat serangan Israel, 40.000 warga Palestina telah kehilangan tempat tinggalnya. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL