netayahuTel Aviv, LiputanIslam.com—Ratusan orang Israel menggelar demonstrasi di Tel Aviv untuk mengekspresikan kemarahan mereka terhadap kebijakan yang dibuat oleh Perdana Menteri mereka, Benjamin Netanyahu.

Demo yang dilakukan pada Sabtu (12/11/16) itu diatur oleh partai Buruh Israel dan sejumlah partai sayap-kiri seperti Meretz.

Uri Wertman, salah satu demonstran, mengatakan Netanyahu “telah melakukan serangan atas para jurnalis dan menutup paksa sebuah perusahaan penyiaran.”

Serangan yang dimaksud adalah ketika Netanyahu menolak diwawancarai oleh seorang reporter perempuan dari Channel Two.  Wawancara itu dilakukan untuk melihat lebih dalam mengenai performa pemerintahan Netanyahu dan tentang pekerjaan istrinya, Sara. Dalam sebuah pernyataan, pihak Netanyahu mengklaim bahwa wawancara tersebut adalah percobaan ‘menjatuhkan’ pemerintahannya.

Tuduhan tersebut diberikan di waktu yang sama ketika Netanyahu dan rekan-rekannya di partai Likud melakukan serangan ke perusahaan penyiaran Israel dan menentukan pengganti kepala perusahaan dari pihak mereka.

Selain itu, mengenai istri Netanyahu, Sara, ia dilaporkan telah menutup-nutupi kasus penyiksaan terhadap pembantu di rumahnya.

“Apa yang kita lihat adalah sebuah percobaan oleh Netanyahu dan pemerintahannya untuk mengontrol segala bentuk media,” kata Elad Man, penasehat hukum media watchdog, Seventh Eye. “Saya rasa kita lebih baik tidak membayangkan apa yang akan terjadi… jika percobaan itu benar-benar sukses.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL