rohingyaBangkok, liputanislam.com — Lebih dari 500 orang pengungsi Rohingya ditemukan di sebuah kamp rahasia di Thailand. Mereka diduga sebagai calon korban perdagangan gelap manusia. Di antara mereka terdapat wanita dan anak-anak berumur 5 tahun. Demikian keterangan aparat kepolisian Thailand yang menemukan mereka di perkebunan mereka di dekat perbatasan Malaysia pada hari Minggu (26/1).

“Mereka kelaparan dan sebagian darinya menderita sakit,” kata perwira polisi Kan Tammakasem kepada media Perancis AFP, seraya menambahkan bahwa para pengungsi tersebut hendak diselundupkan ke Malaysia sebagai tenaga kerja ilegal. Tiga orang penjaga yang berada di kamp rahasia turut ditangkap untuk dimintai keterangan.

Sekitar 800 ribu warga muslim Rohingya yang tinggal di Provinsi Rakhine di barat Myanmar kini menjadi warga ilegal di tanah kelahirannya sendiri setelah pemerintah Myanmar menerapkan kebijakan diskiriminasi atas mereka. Mereka pun harus menjadi korban aksi-aksi kekerasan yang dilakukan para ekstremis Budha Myanmar yang dibantu oleh aparat keamanan Myanmar, yang telah menewaskan ribuan nyawa di antara mereka dan lebih banyak lagi yang menjadi pengungsi.

Dalam banyak kasus para ekstremis Budha membakari rumah-rumah warga Rohingya untuk mencegah mereka kembali ke tempat tinggalnya. Dan alih-alih memberikan perlindungan, aparat keamanan justru turut membantu para ekstremis.

Namun tidak hanya pemerintah Myanmar saja yang mendapat kecaman atas pelanggaran kemanusiaan berat yang dialami warga Rohingya, pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi juga mendapat kritikan pedas mengingat statusnya yang terlanjur melekat pada dirinya sebagai “pejuang kemanusiaan”, namun diam membisu atas kebrutalan yang terjadi di negerinya.

Di sisi lain, “masyarakat internasional” juga patut disalahkan atas tragedi kemanusiaan yang dialami warga Rohingya. Di tengah berbagai aksi kekerasan yang terjadi di Myanmar, “masyarakat internasional” justru menyambut Myanmar sebagai anggota baru. Status keanggotaan Myanmar di ASEAN pun ditingkatkan hingga dipercaya menjadi tuan rumah Sea Games. Bahkan Presiden SBY melakukan kunjungan “persahabatan” ke Myanmar tanpa menyinggung penderitaan warga Rohingya,(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL