pusat rehabilitasi vietnamHanoi, LiputanIslam.com –– Setidaknya sebanyak 400 orang pengidap ketergantungan obat-obatan yang tengah mengikuti program rehabilitasi paksa di Vietnam, melarikan diri. Sebanyak 30 orang di antarnya akhirnya menyerahkan diri kembali dan polisi masih memburu sisanya.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Senin (15/9) petang, para pecandu obat itu melarikan diri dari pusat rehabilitasi di Gia Minh Centre, dekat kota Hai Phong, hari Minggu (14/9).

BBC melaporkan, selama ini ketergantungan obat merupakan masalah sosial yang dianggap serius oleh pemerintah. Untuk itu pemerintah menerapkan kebijakan rehabilitasi paksa kepada para pecandu yang tertangkap. Pemerintah juga menerima para pecandu yang dikirimkan oleh keluarganya.

Media lokal Thanh Nien News melaporkan, beberapa pecandu yang melarikan diri itu merusak beberapa rumah ketika mereka melarikan diri ke kota. Sementara seorang pejabat lokal mengatakan, para pecandu tersebut melarikan diri sebagai protes atas kondisi yang terlalu keras di pusat rehabilitasi.

Seorang sumber lain mengatakan kepada AFP bahwa masa rehabilitasi paksa bagi para pecandu obat itu telah dinaikkan dari 2 tahun menjadi 3 tahun, sementara anggaran untuk makanan justru diturunkan.

Ini adalah peristiwa kedua di pusat rehabilitasi tersebut, dimana para pecandu yang tengah menjalani rehabilitasi paksa, melarikan diri beramai-ramai. Sebelumnya peristiwa yang sama terjadi tahun 2005, demikian laporan Thanh Nien.

Peristiwa yang sama juga telah terjadi di pusat rehabilitasi Hai Phong pada tahun 2010 dan 2012.

Beberapa laporan menyebutkan jumlah pecandu obat-obatan di Vietnam saat ini mencapai 140.000 hingga 183.000 orang.

Human Rights Watch (HRW) telah berulangkali mengecam kondisi buruk di pusat-pusat rehabilitasi milik pemerintah, yang disebutnya “mirip seperti kamp kerja paksa”.

Para pecandu tersebut menjalani rehabilitasi paksa tanpa proses legal sebelumnya. Selama proses rehabilitasi para pecandu juga mengalami penyiksaan dan kerja paksa tanpa gaji.

Namun pemerintah membantah tuduhan itu, menyebut program yang dilakukan itu telah berhasil mengurangi angka penggunaan obat-obatan terlarang secara signifikan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL