Riyadh, LiputanIslam.com–Sebuah lembaga HAM independen melaporkan bahwa pemerintah Arab Saudi menangkap dan menyiksa lebih dari 150 orang Palestina yang tinggal di Saudi karena terlibat dalam aktivitas amal dan pengiriman uang ke negara asal.

Laporan dari Prisoners of Conscience (PC), sebuah lembaga independen yang mengadvokasi kasus HAM di Arab Saudi, dirilis dalam serangkain unggahan di laman Twitter mereka pada Selasa (11/6) malam.

PC menegaskan bahwa agen intelijen Saudi telah melakukan pelanggaran hak terhadap orang Palestina yang ditangkap. Pihak berwenang disebut menyerbu rumah-rumah pada malam hari dan mengunci wanita dan anak-anak dalam satu ruangan.

“Semua tahanan, seperti pengusaha Osama Filali, Hisham Filali, Mohammed bin Mahfouz, Rees bin Mahfouz, dan Saleh Abu Ghosh, dilarang sepenuhnya menghubungi keluarga mereka. Beberapa dari mereka kini menjalani tahun kedua di penjara. Keluarga beberapa tahanan tidak tahu apa-apa tentang kabar  mereka bahkan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri,” tutur PC.

Pada awal bulan ini, kantor berita online berbahasa Arab, al-Khaleej, melaporkan bahwa para pejabat Saudi mempersulit transfer uang dari Saudi ke ke Jalur Gaza. Langkah ini merugikan penduduk Jalur Gaza yang hidup dalam kemiskinan akibat blokade Israel.

Selama dua tahun terakhir, Saudi juga telah mendeportasi lebih dari 100 warga Palestina, sebagian besar dengan tuduhan mendukung gerakan perlawanan Hamas secara finansial, politik, atau melalui situs jejaring sosial. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*