India Razed Mosque AnniversaryNew Delhi, LiputanIslam.com — Ratusan orang ditangkap setelah terjadinya aksi-aksi kerusuhan sektarian di negara bagian Gujarat, India, yang telah menewaskan beberapa orang.

Sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Senin (29/9), lebih dari 200 orang ditangkap setelah terjadinya aksi-aksi kekerasan yang melibatkan komunitas Hindu dan Muslim di Gujarat. Aksi kekerasan mulai pada hari Kamis (25/9) di kota Vadodara, setelah seorang Hindu menghina kaum Muslim melalui sosial media.

Otoritas Gujarat bereaksi cepat dengan memblokir sosial media dan internet untuk mencegah kerusuhan meluas, namun tidak bisa menghentikan sama sekali kerusuhan.

Setelah aksi-aksi kerusuhan yang berlangsung selama beberapa hari dimana kedua pihak saling melemparkan batu dan seorang korban ditikam, polisi menangkap lebih dari 200 orang dari kedua pihak. Demikian keterangan D.J. Patel, kepala kepolisian kota Vadodara.

Patel menambahkan, orang yang menjadi pemicu awal kerusuhan dengan menyebarkan gambar kontroversial melalui WhatsApp, yang ternyata seorang guru, telah ditangkap.

Polisi melaporkan bahwa kondisi telah kembali berjalan normal. Namun layanan internet tetap akan diblokir hingga Selasa (30/9) untuk memastikan kerusuhan tidak muncul kembali.

Gujarat adalah negara bagian yang mayoritas penduduknya Hindu dan orang-orang Muslim menjadi warga minoritas. Pada tahun 2002 terjadi kerusuhan sektarian yang menewaskan lebih dari 1.000 orang yang kebanyakan adalah Muslim. Gubernur saat itu adalah Narendra Modi yang saat ini adalah Perdana Menteri India. Dicurigai terlibat dalam aksi kerusuhan itu, Modi sempat dilarang bepergian di beberapa negara termasuk AS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL