boat-people-461x300Malta, LiputanIslam.com — Sekitar 500 orang imigran dikhawatirkan tewas tenggelam dalam kecelakaan tabrakan 2 kapal pengangkut imigran di Malta, minggu lalu. Namun 2 imigran asal Palestina yang berhasil menyelamatkan diri, mengatakan kapal mereka sengaja ditenggelamkan oleh para penyelundup (trafficker).

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Senin petang (15/9), perahu yang tenggelam itu berangkat dari Damietta, Mesir, awal September.

Kabar mengenai tenggelamnya perahu di Malta tersebut muncul bersamaan dengan perahu lain yang tenggelam di lepas pantai Libya dengan dengan jumlah penumpang yang lebih sedikit, yaitu 250 orang. Diperkirakan lebih dari 200 orang tewas dalam kecelakaan ini.

Ribuan imigran yang berasal dari Timteng dan Afrika utara tewas tenggelam saat berusaha mencapai Eropa, dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah korban lainnya tewas akibat kekurangan oksigen saat berdesak-desakan di dalam perahu yang panas, pengab dan berasap.

Jubir organisasi internasional pengawas imigrasi (IOM), Christiane Berthiaume mengatakan bahwa kedua penumpang selamat asal Palestina itu ditemukan hari Kamis (11/9), atau sehari setelah perahunya tenggelam.

Mereka mengatakan, para penyelundup sengaja menabrakkan perahu mereka setelah terjadi pertengkaran antara para imigran dengan mereka. Menurut keterangan mereka, para penyelundup memerintahkan penumpang pindah ke kapal lain yang lebih kecil. Setelah para penumpang menolak, para penyelundup menabrak kapal yang lebih besar.

IOM menyebut ada 9 imigran yang selamat dalam insiden itu.

Perahu yang tenggelam itu mengangkut warga Suriah, Palestina, Mesir dan Sudan. Demikian keterangan penumpang yang selamat.

Sejauh ini belum ada keterangan dari otoritas Malta atas insiden itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL