serbu kantor presidenKiev, LiputanIslam.com — Ratusan orang menyerbu kantor kepresidenan Ukraina, Selasa (3/2), namun berhasil ditahan oleh pasukan pengawal kepresidenan. Para demonstran kemudian terlibat perkelahian massal dengan aparat keamanan di jalanan.

Seperti dilansir Russia Today, Selasa (3/2) petang, para demonstran menuntut diberi jalan ke ruang konperensi pers di kompleks kepresidenan untuk membuat pernyataan. Namun mereka ditahan oleh pasukan pengawal kepresidenan. Mereka kemudian terlibat bentrokan dengan pasukan Pengawal Republik di jalan.

Para demonstran menuntut diberlakukannya hukuman mati di Ukraina di tengah krisis yang melanda di wilayah timur negara itu. Mereka juga menuntut pengunduran diri para pejabat tertinggi keamanan negara itu, termasuk Menhan hingga Jaksa Agung yang dianggap tidak kompeten menangani krisis.

Namun Kementrian Dalam Negeri membantah terjadinya aksi serangan terhadap Istana Kepresidenan tersebut.

“Tidak ada penyerangan. Juga tidak ada orang yang ditahan dan tidak juga ada yang terluka dalam aksi itu,” kata jubir Kemendagri.

Aksi tersebut digalang oleh kelompok yang menamakan diri All-Ukrainian Battalion Brotherhood yang beranggotakan mantan tentara sukarela, milisi, dan aktifis kelompok ultra-nasionalis yang berhasil menggulingkan Presiden Yanukovych tahun lalu.

Dalam beberapa waktu terakhir ibukota Ukraina mengalami beberapa kali aksi demonstrasi yang digelar oleh para milisi dan sukarelawan yang kembali dari medang perang di Ukraina timur. Mereka kecewa dengan langkah-langkah pemerintah yang dianggap tidak menghargai keberadaan mereka.

Beberapa hari berselang para anggota milisi “Batallion Aidar” menyerbu kantor Kemenhan Ukraina yang dianggap telah membubarkan kesatuan mereka dan menolak membayar gaji mereka.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL