demonstran AS ditangkapWashington, LiputanIslam.com–Lebih dari 400 orang ditahan polisi di Washington DC saat mereka bersama ratusan orang lainnya melakukan demonstrasi di depan gedung Kongres AS untuk memprotes masifnya politik uang di negara tersebut. Penangkapan ini terjadi pada 11/4 yang lalu, namun aksi demo akan dilanjutkan hingga 18/4.

Aksi demo yang dikoordinir organisasi bernama “The Democracy Spring” menyeru agar Kongres menghentikan korupsi yang dilakukan para pemodal besar dalam dunia politik AS, serta meminta agar Kongres (Parlemen) AS menjamin terlaksananya pemilu yang bebas, fair, dan terlepas dari politik uang.

Para demonstran memulai aksinya dari the Liberty Bell di Philadelphia sejauh 150 mill dari Washington, sejak pekan yang lalu. Kurang dari sejam setelah mereka tiba di gedung Kongres Capitol Hill, polisi mengancam akan menahan mereka jika terus melakukan aksi demo.   Namun, para demonstran meneruskan aksi damai tersebut, dan akhirnya ditahan polisi. Lebih dari 400 orang ditahan dan ini merupakan penangkapan terbesar di Capitol dalam sejarah AS.

Media mainstream sama sekali tidak memberitakan kejadian ini. Padahal, lebih dari 53.000 kicauan muncul di Twitter untuk memprotes dan membincangkannya.

Menurut situs trueactivist.com, Kai Newkirk, salah satu pimpinan demonstrasi, mengatakan, “Kami memberikan pesan kepada semua orang di negara kami yang membutuhkan pemerintahan yang mewakili kita semua, bahwa gedung parlemen ini adalah rumah bagi kita semua, dan inilah saatnya untuk berdiri dan merebutnya kembali.”

Pemilihan presiden di AS akan diselenggarakan pada 8 November 2016. Sudah diketahui umum, kandidat presiden harus mengeluarkan uang sangat banyak untuk berkampanye dan umumnya dana itu didapat dari sumbangan para pengusaha besar atau dikenal dengan istilah ‘big money’. (dw)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL