kekerasan thailandBangkok, LiputanIslam.com — Setidaknya empat orang tewas tertembak dalam rangkaian tindak kekerasan di Thailand selatan selama 24 jam. Otoritas keamanan setempat menyebutkan.

Dalam insiden pertama, seorang pejabat kepolisian menyebutkan, seorang penyadap karet Budha bernama Chatchai Saethong, dibunuh pada Kamis pagi di Distrik Yaha, Provinsi Yala yang berbatasan dengan Malaysia. Satu jam kemudian seorang militan Muslim tewas ditembak aparat keamanan di distrik tetangga di provinsi yang sama. Press TV melaporkan, Kamis petang (3/3).

Kedua insiden itu terjadi berselang sehari setelah dua orang Muslim teras ditembak di wilayah yang dilanda konflik sentarian ini.

Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggungjawab atas indiden ini, namun polisi menuduh kelompok militan Muslim sebagai pelakunya.

Pada 27 Februari lalu sebuah bom mobil meledak di luar kantor polisi di Provinsi Pattani di selatan Thailand, melukai tujuh orang. Sebelumnya, pada tanggal 12 November 2015, empat orang tewas akibat ledakan bom di sebuah pos pemeriksaan di provinsi yang sama.

Tiga provinsi di selatan Thailand, yaitu Yala, Pattani dan Narathiwat, dilanda ketegangan berbau sektarian sejak tahun 2004. Terkadang kekerasan meluas hingga ke Provinsi Songkhla.

Warga Muslim yang banyak tinggal di ketiga provonsi ini menuntut otonomi lebih luas lagi. Ribuan orang telah tewas akibat konflik ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL