pro-assadDamaskus, LiputanIslam.com — Ribuan rakyat Suriah turun ke jalan-jalan di beberapa kota besar di Suriah mengekspresikan dukungannya terhadap pemerintahan Bashar al Assad, hari Minggu kemarin (9/2).

Aksi demo besar-besaran tersebut setidaknya tercatat terjadi di kota pelabuhan Latakia serta kota Idlib di barat laut Suriah yang sempat dikuasi pemberontak.

Para demonstran menyatakan keyakinannya terhadap kepemimpinan Bashar al Assad dan percaya bahwa ia akan membawa Suriah kepada kondisi yang lebih baik di bawah kepemimpinannya. Selain itu para demonstan juga menyatakan kecamannya terhadap kelompok-kelompok pemberontak dan negara-negara pendukungnya.

Mereka juga menyatakan dukungannya kepada militer Suriah yang telah berjuang keras mempertahankan negara dari serangan pemberontak dan pendukung-pendukungnya yang mereka sebut sebagai interfensi asing.

Selama konflik yang terjadi 3 tahun terakhir di Suriah, rakyat Suriah telah berulangkali melakukan aksi-aksi demonstrasi mendukung pemerintahan Bashar al Assad. Namun meski aksi-aksi demonstrasi tersebut diikuti oleh puluhan bahkan ratusan ribu pendukung Al Assad, namun selalu diabaikan oleh media-media massa barat.

Menurut studi dari lembaga kajian militer Inggris, IHS Jane’s yang dilakukan tahun lalu, terdapat lebih dari 100.000 pasukan pemberontak yang terbagai ke dalam lebih dari 1.000 kelompok. Dari jumlah tersebut diperkirakan sekitar 10%-nya adalah anggota kelompok-kelompok teroris yang terafiliasi dengan Al Qaida.

Sementara itu PBB memperkirakan jumlah korban jiwa yang tewas akibat konfli telah mencapai lebih dari 100.000 jiwa, dan lebih dari sejuta rakyat Suriah kini berstatus sebagai pengungsi setelah terusir dari kampung halamannya akibat perang. Jumlah kerugian tersebut belum termasuk hancurnya infrastruktur dan fasilitas-fasislitas umum sebagaimana rumah-rumah dan properti milik masyarakat.

800 Penduduk Homs Dievakuasi

Sementara itu di kota Homs yang kini terkepung oleh pasukan pemerintah setelah dikuasi oleh pemberontak, ratusan penduduk sipil berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan yang dilakukan PBB dan Bulan Sabit Merah Suriah. Demikian laporan televisi nasional Suriah, hari Minggu (9/2).

Operasi penyelamatan tersebut dilakukan setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata selama 3 hari yang berlaku sejak hair Jumat (7/2) untuk memberi kesempatan petugas penyelamat dan bantuan kemanusiaan yang digelar PBB dan Bulan Sabit Merah bisa diberikan kepada warga yang terkepung. Namun upaya penyaluran bantuan kemanusiaan terpaksa dihentikan pada hari Sabtu (8/2) setelah kelompok-kelompok militan menembakkan mortir ke arah iring-iringan kendaraan pengangkut bantuan.

Para pemberontak selama berbulan-bulan menguasai sebagian kota Homs terutama kawasan tua yang disebut Homs Lama, menyebabkan timbulnya kelaparan dan penderitaan. Terlebih lagi setelah militer Suriah melakukan pengempungan ketat terhadap kota ini beberapa minggu terakhir.

Pada hari Minggu (9/2) belasan penduduk terluka akibat serangan pemberontak, saat mereka berada di titik evakuasi di perkampungan al-Qarabis.

“Hidup kami telah berubah menjadi bencana. Kami tidak mempunyai makanan, minuman. Semua anak-anak saya sakit. Mereka lapar dan kehausan,” kata seorang wanita yang dievakuasi dengan anak-anaknya.

Pada hari Jumat (7/2) kelompok pertama warga berhasil dievakuasi dan disusul oleh kelompok-kelompok lainnya.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL