referendum skotlandia2London, LiputanIslam.com — Rakyat Skotlandia menolak pemisahan dari Inggris. Demikian hasil referendum yang digelar Kamis (18/9) yang menunjukkan 55% warga Skotlandia memilih tetap bergabung dengan Inggris dibanding 45% warga yang memilih pemisahan. Hasil akhir referendum ini diumumkan Jumat (19/9) siang.

Dari 32 area “council” yang dihitung suaranya, warga yang memilih pemisahan hanya berjumlah 1.617.989 suara dibandingkan warga yang menolak yang mencapai 2.001.926 suara. Demikian laporan BBC News, Jumat (19/9).

Menyusul pengumuman hal referendum, pemimpin Skotlandia First Minister Alex Salmond menyerukan rakyat Skotlandia tetap bersatu dan mendesak para pendukung penyatuan Skotlandia-Inggris untuk memberikan kekuasaan lebih besar kepada Skotlandia.

Sedangkan PM David Cameron menyatakan kegembiraan atas hasil referendum dan menyebutkan bahwa isu pembagian kekuasaan akan dihormati.

“Kami akan memastikan janji-janji tersebut akan dihormati secara penuh,” kata Cameron.

Ia juga mengumumkan Lord Smith of Kelvin, yang sukses memimpin pekan olahraga Commonwealth Games baru-baru ini di Glasgow, akan memimpin proses transfer kekuasaan itu yang mencakup pengelolaan pajak dan belanja-belanja pemerintah. Diharapkan proses itu akan disetujui bulan November dan drafnya diumumkan awal tahun depan.

Cameron juga menegaskan bahwa rakyat di Inggris, Wales dan Irlandia Utara juga harus mendapatkan kekuasaan lebih besar atas urusan-urusan yang mereka hadapi.

Menyusul hasil referendum itu mata uang poundsterling mengalami kenaikan di banding euro dan dollar. Sementara Bank Sentral Skotlandia, Royal Bank of Scotland mengatakan akan tetap berkantor pusat di Skotlandia.

Hasil penghitungan tersebut lebih tinggi 3% dari prediksi kelompok pro-penyatuan Better Together.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL