Gazans want Egypt to revise anti-Hamas ruleGaza, LiputanIslam.com — Seorang warga Palestina pendukung Hamas membakar bendera Israel saat melakukan aksi protes di depan kedutaan Mesir di Gaza pada tanggal 7 Maret 2014. Aksi ini timbul akibat adanya  aturan baru yang ditetapkan  oleh pengadilan Mesir, yang melarang segala bentuk  kegiatan gerakan Hamas di Mesir. Ribuan demonstran telah tumpah ruah  ke jalan-jalan di Jalur Gaza untuk memprotes keputusan pengadilan Kairo.

Seraya melambaikan bendera Mesir dan spanduk Hamas, para demonstran berkumpul setelah shalat Jumat dan kemudian berbaris ke tempat  bekas kedutaan besar Mesir yang telah ditutup sejak 2007. Para demonstran mengacungkan plakat meminta Mesir untuk mencabut keputusan tersebut dan berteriak “ perlawanan, jalan kami adalah perlawanan.”

Mesir telah menuduh Hamas terlibat dalam serangan di wilayahnya dalam beberapa tahun terakhir,  dan Hamas juga dituduh membantu gerakan Ikhwanul Muslimin.

Hamas mengecam keputusan tersebut , dan keputusan tersebut dianggap sebagai perpanjangan tangan dari Israel. Hamas menyatakan kebijakan tersebut   “mengejutkan “ dan bisa memicu kembali “agresi militer Israel dan akan mengobarkan perang terhadap Gaza.”

Morsi, dipilih pada bulan Juni 2012, dipandang sebagai pihak yang  membantu Gaza saat melakukan mediasi atas gencatan senjata 2012, setelah bertempur selama delapan hari dengan Israel. Saat itu, Palestina menembakkan roket Fajr-5 buatan Iran yang memaksa Israel menyerukan gencatan senjata.

Sejak Morsi digulingkan,  militer Mesir  telah menghancurkan ratusan terowongan pada  perbatasan dengan Jalur Gaza. Terowongan  tersebut merupakan satu-satunya akses untuk memasukkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang telah diblokade sejak tahun 2006 oleh Israel. (LiputanIslam.com/al-alam/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL