In this Wednesday, Nov. 20, 2013 photo, homeless Korean War veteran Thomas Moore, 79, left, speaks with Boston Health Care for the Homeless street team outreach coordinator Romeena Lee on a sidewalk in Boston. Moore, who said he accidentally killed his best friend with a phosphorous grenade during one firefight and spent months afterward at Walter Reed Army Medical Center in Washington, also said he has no interest in getting a government-subsidized apartment. (AP Photo/Steven Senne)

Texas, LiputanIslam.com — Pemberian dana militer yang berjumlah sangat besar dari pemerintah AS kepada Israel mendapat penolakan dari masyarakat AS. Berdasarkan sebuah polling online terbaru, mayoritas rakyat Amerika ingin dana tersebut disalurkan untuk kepentingan dalam negeri, bukan untuk Israel.

Pada tanggal 14 Septermber lalu, Gedung Putih membuat perjanjian penyaluran dana kepada Israel sebanyak $38 milyar dalam waktu 10 tahun yaitu dari tahun 2019 sampai 2028. Dana tersebut jauh lebih besar dari bantuan dana asing yang diterima Israel sebelumnya yaitu $3.1 milyar pertahun.

“Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas jet perang dan sistem misil Israel,” kata Grant Smith, Direktur Institute for Research: Middle Eastern Policy.

Sebuah polling oleh Google Consumer Surveys menanyakan pertanyaan ini kepada 1,005 pengguna internet;

Pemerintah AS baru saja menyetujui pemberian dana $38 milyar kepada Israel selama 10 tahun ke depan. Menurut Anda, dana tersebut lebih baik disalurkan untuk apa?”

Hanya 16.8 persen partisipan yang berpikir dana tersebut lebih baik disalurkan untuk Israel. Mayoritas 81 persen berpikir uang sebanyak itu seharusnya digunakan untuk hal-hal lain. 20.7 persen berpendapat dana itu sebaiknya diberikan kepada para veteran, 20.1 persen untuk edukasi, 19.3 untuk membayar utang negara,  dan 14.9 persen lainnya berpendapat untuk memperbaiki infrastruktur negara. Sementara sebanyak 5.8 persen partisipan ingin dana tersebut disalurkan untuk proses perdamaian di Timur Tengah.

Polling tersebut bukan polling pertama yang menunjukkan ketidaknyamanan rakyat Amerika dengan pemberian dana untuk Israel. Pada bulan April lalu, sebuah polling dari Google Consumer Survey  menunjukkan 62 persen partisipan percaya bahwa Israel mendapat “terlalu banyak” bantuan dana dari pemerintah. (ra/mintpressnews)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL