rajapaksaKolombo, LiputanIslam.com — Presiden Sri Lanka yang sudah berkuasa selama satu dekade, Mahinda Rajapaksa kalah secara menyakitkan dalam pemilihan presiden yang digelar hari Kamis (8/1). Ia harus menyerahkan kekuasaan kepada mantan pendukungnya yang membelot, Maithripala Sirisena.

Seperti dilansir BBC News, Sirisena berhasil meraih 51.3% dan cukup untuk menyingkirkan Rajapaksa dari kekusaan.

Para pendukung Rajapaksa memujinya karena keberhasilan mengakhiri perang sipil melawan kelompok separatis Tamil dan menggenjot pertumbuhan ekonomi. Namun lawan-lawannya mengkritiknya sebagai otoriter dan korup.

Sebelum pemilu digelar, Sirisena telah mendapatkan dukungan dari para pemimpin minoritas Tamil dan Muslim sedangkan Rajapaksa mengandalkan dukungan dari kelompok mayoritas Sinhala. Namun hasil pemilihan menunjukkan Sirisena juga mendapat dukungan signifikan dari kelompok Sinhala.

Sirisena yang akan dilantik Jumat (9/1) petang memuji Rajapaksa karena telah berhasil menggelar pemilu yang damai.

Bagi Rajapaksa ini adalah hasil yang tidak dibayangkannya. Sempai 2 bulan yang lalu ketika ia mengumumkan pemilu, tidak ada kandidat yang dianggap potensial untuk melawannya. Namun secara tiba-tiba,  Sirisena yang saat itu menjadi Menteri Kesehatan tiba-tiba mengumumkan pencalonannya setelah mendapat dukungan beberapa politisi dan pemimpin-pemimpin kelompok minoritas.

Menghadapi Rajapaksa yang dikenal flamboyan, Sirisena mengandalkan isu demokrasi dan pembatasan kekuasaan presiden yang dianggap terlalu dominan.

Sebelumnya Rajapaksa berhasil mengubah konstitusi yang membatasi mata tugas presiden dari dua periode menjadi tiga periode.

Beberapa saat sebelum pengumuman hasil pemilu, jubir Rajakpaksa mengumumkan bahwa Rajapaksa tunduk pada kehendak rakyat dengan mengakui kekalahan dan menjamin transisi kekuasaan yang mulus.

Baik Rajapaksa maupun Sirisena berasal dari etnis mayoritas Sinhal.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*