rahulNew Delhi, LiputanIslam.com — Pemimpin Partai Congress yang menjadi oposisi, Rahul Gandhi, membuat “kacau” sidang parlemen yang digelar Rabu (6/8), dengan menuntut dilakukan pembahasan khusus tentang berbagai aksi kekerasan bermotif agama beberapa waktu terakhir. Rahul juga menuduh ketua parlemen telah sengaja menggagalkan pembahasan masalah itu.

Sebagaimana laporan BBC, Rabu (6/8), Rahul merujuk pada ketegangan antara umat Islam dan Hindu di negara bagian Uttar Pradesh akhir-akhir ini dimana media-media menyebut terdapat sekitar 600 insiden kekerasan bermotif agama sejak pertengahan Mei lalu.

Rahul dan beberapa anggota Partai Congress maju mendekati kursi ketua parlemen yang memimpin sidang, menuduhnya telah bersikap bias dan sengaja menggagalkan pembahasan.

“Ada kecenderungan di parlemen bahwa hanya ada suara satu orang saja yang berarti bagi semuanya di negari ini,” kata Rahul, menyinggung “suara” PM Narendra Modi, meski ia tidak menyebutkannya secara terang-terangan.

Modi yang memimpin partai konservatif Hindu Bharatiya Janata Party (BJP), memenangkan pemilu legislatif Mei lalu dan berhak membentuk pemerintahan sendiri. Sementara Partai Congress mengalami kekalahan terburuk sepanjang sejarah politik India dengan hanya meraih 44 kursi dari 543 kursi parlemen.

Rahul Gandhi adalah sosok yang selama ini jarang berbicara keras di parlemen. Aksinya hari Rabu kemarin dipandang sebagai langkah untuk meraih kembali simpati publik setelah kekalahan partainya dalam pemilu lalu.  Demikian pernyataan beberapa analis politik kepada BBC.

“Kami tidak diperkenankan berbicara di parlemen. Kami meminta diskusi. Ada mentalitas di pemerintahan bahwa diskusi tidak bisa diterima. Semua orang merasakan ini, partai-partai merasakan ini, kita semua merasakan ini,” kata Rahul kepada wartawan di luar gedung parlemen.

“Kami membawa satu hal, kami menuntut diskusi. Ketua Parlemen sepenuhnya tidak fair. Inilah yang kami perjuangkan,” tambahnya.

Seorang politisi BJP mengkritik tindakan Rahul yang disebutnya telah “melintasi semua batasan dengan memprotes ketua parlemen”. Ia juga membantah BJP sengaja melarikan diri dari pembahasan.

“Kami terluka dengan tindakan Congress di parlemen ini. Mereka tidak bisa mengakui kekalahan mereka,” kata menteri perburuhan Venkaiah Naidu said. Sedangkan mendagri Rajnath Singh membela Modi dengan menyebutnya sebagai “bukan sektarian dan juga bukan diktator”.

Bulan lalu satu kerusuhan antara orang-orang muslim dan sikh terjadi di kota Saharanpur di Provinsi Uttar Pradesh. Tiga orang tewas dan 20 lainnya terluka dalam peristiwa itu. Padahal selama ini antara kedua kelompok itu jarang terjadi konflik di India.

Pada bulan lalu di Provinsi yang sama juga terjadi insiden yang memicu kemarahan umat Islam India ketika sekelompok politisi Hindu memaksa makan seorang muslim yang tengah berpuasa.

September tahun lalu sebanyak 43 orang tewas akibat bentrokan antara pengikut Hindu dengan Muslim di Muzaffarnagar, juga di Provinsi Uttar Pradesh.

Uttar Pradesh pernah dilanda kerusuhan sektarian paling berat di India setelah sekelompok ekstremis Hindu menyerang Masjid Babri yang telah berusia ratusans tahun di kota Ayodhya tahun 1992. Ini memicu terjadinya aksi-aksi kerusuhan di seluruh India yang menewaskan lebih dari 2.000 orang. Saat itu Narendra Modi adalah Gubernur di provinsi ini.

Rahul sendiri berasal dari dinasti politisi terkemuka Gandhi-Nehru. Ayahnya adalah Rajiv Gandhi, neneknya Indhira Gandhi, dan kakek buyutnya adalah Jawaharlal Nehru yang semuanya adalah perdana menteri-perdana menteri paling populer di India. Namun karena ia berdarah Italia, dari ibunya Sonia Gandhi, membuatnya kurang populer di mata sebagian rakyat India.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL