kantor pm jepangTokyo, LiputanIslam.com — Otoritas Jepang mendeteksi adanya radiasi tinggi di sekitar taman bermain Tokyo. Demikian media-media lokal melaporkan sebagaimana dilansir BBC News, Jumat (24/4).

Menyusul temuan tersebut Taman Toshima yang berada di pusat Tokyo, telah ditutup sementara.

Otoritas Jepang mencatat 480 ‘microsievert’ per-jam pada satu titik, atau hampir setengah dari paparan radiasi yang diijinkan untuk manusia selama setahun.

Hal ini terjadi hanya beberapa hari setelah sebuah drone yang mengandung radioaktif mendarat di atap kantor perdana menteri.

Drone di atap kantor PM Shinzo Abe itu ditemukan pada hari Rabu pagi (22/4). Terdapat botol kecil dengan simbol bahaya radioaktif di dalam drone tersebut. Ujicoba terhadap drone itu menemukan kandungan radioaktif ‘caesium’, media Jepang Kyodo News Agency melaporkan.

TV Jepang NHK melaporkan para pejabat setempat telah mendapatkan panggilan tentang keberadaan radiaktif yang mencurigakan di taman itu pada hari Rabu. Setelah dilakukan pengujian dua kali ditemukan tingkat radioaktif yang tinggi itu.

Walikota Toshima, Yukio Takano, mengatakan kepada AFP bahwa risiko keberadaan radioaktif itu relatif kecil, namun petugas diperintahkan untuk membersihkannya segera untuk menjamin keamanan warga.

Radioaktif menjadi perhatian serius di Jepang sejak terjadinya gempa bumi yang merusak pembangkit nuklir Fukushima tahun 2011. Seluruh reaktor nuklir di Jepang langsung dimatikan setelah musibah itu, dan upaya untuk mengoperasikan kembali reaktor-reaktor itu mendapat tantangan publik.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL