Tony Abbott, Susilo Bambang YudhoyonoCanberra, LiputanIslam.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan bertemu dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott di Batam, Kepulauan Riau, hari Rabu (4/6). Hal tersebut dikemukakan Duta Besar RI di Canberra, Nadjib Riphat Kesoema, dalam wawancara dengan media Indonesia, Senin (2/6).

“Rencana tersebut baru dijadwalkan,” kata Dubes Nadjib yang juga akan berangkat mengikuti pertemuan tersebut.

Pada Senin siang, berbagai media Australia melaporkan PM Abbot akan bertemu dengan Presiden RI. Kantor berita Australia AAP melaporkan pertemuan itu dilakukan untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan masalah penyadapan dibahas dalam pertemuan tersebut, Dubes mengemukakan hal itu bisa saja menjadi salah satu hal yang dibicarakan kedua pemimpin tersebut.

Isu penyadapan yang merebak pada 2013 membuat hubungan Indonesia dengan Australia memburuk. Pemerintah RI pada bulan November memanggil pulang Dubes Nadjib menyusul isu tersebut sebagai bentuk protes. Namun Nadjib pada Senin pekan lalu (26/5) kembali menempati posnya di Canberra.

Menurut Nadjib, ketika isu penyadapan merebak tahun lalu, hubungan Indonesia – Australia memburuk “hingga titik nadir”.

“Dan ketika itu, Australia melakukan langkah-langkah yang tidak sesuai dengan keinginan kita jika akan memperbaiki hubungan tersebut,” kata Nadjib.

Lebih lanjut dia mengemukakan selama ini Australia sudah melakukan usaha menuju normalisasi hubungan.

“Namun hasilnya kami nilai belum cukup, ada masalah soal kepercayaan, saat ini kita masih ragukan,” kata Dubes.

Lebih lanjut Dubes mengemukakan penugasan kembali dirinya ke Canberra bukan berarti hubungan dua negara tersebut sudah normal.

Nadjib mengemukakan dirinya diperintahkan kembali ke Canberra oleh presiden lewat menteri luar negeri untuk memperbaiki hubungan kedua negara dengan titik berat isu penyadapan dan spionase.

Menurut Nadjib, dua hari setelah kembali ke Canberra, dirinya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop.

“Kami membahas langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengembalikan hubungan ini seperti sebelumnya. Menlu Australia tinggi sekali keinginannya untuk itu,” kata Nadjib.(ca/ant)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL