LiputanIslam.com-Rabu pukul 03.06 WIB, wilayah Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat kembal diguncang gempa bumi bermagnitudo 3,9 dengan kedalaman satu kilometer, setelah pada Senin (19/8) lalu diguncang tiga gempa sekaligus dalam sehari.

“Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6.77 LS – 106.52 BT, tepatnya berada di darat pada jarak 24 km Barat Laut Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman satu kilometer,” kata Kepala Bidang Pusat Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Tiar Prasetya di Jakarta, Rabu (21/8).

Baca juga: Senin Kemarin, Tiga Gempa Guncang Sukabumi

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Gempa dangkal tersebut disebut juga swarm yang merupakan dampak dari sesar yang aktif. Gempa tersebut akbat Aktivitas Sesar Citarik.

“Swarm atau gempa-gempa yang kecil pergerakannya, biasanya kedalamannya dangkal dan di darat,” tambahnya.

Indonesia yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik rentan terhadap beragam bencana alam, termasuk gempa bumi dan erupsi gunung berapi.

Karena kondisi Indonesia yang demikian rentan terhadap gempa bumi dan tektonik tersebut, BMKG  telah pun mengoperasikan Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi (Indonesia’s  Earthquake Early Warning System-InaEEWS) yang pembangunannya bekerja sama dengan Tiongkok.

Uji coba EEWS telah dilakukan pada 15 Agustus 2019 dengan pemasangan 10 unit sensor EEWS di wilayah Banten sebagai pengawasan gempa bumi di kawasan selatan Jawa.

Setelah itu, BMKG nantinya akan memasang 190 unit sensor yang dikonsentrasikan di wilayah dengan Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat dan Banten. Jika uji coba berhasil, EEWS akan dikembangkan di seluruh Indonesia. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*