Sumber: Investing.com

LiputanIslam.com—Baik quick count maupun exit poll adalah cara penghitungan cepat hasil pemilu 2019, di samping menanti hasil real count KPU yang membutuhkan waktu lama.

Quick Count dan Exit Poll menggunakan metode yang berbeda. Quick Count menggunakan metode parallel vote tabulations (PVT). Sedangkan menggunakan metode random responden.

“Dalam konteks pemilu di Indonesia, quick count adalah metode hitung cepat dengan mengambil tempat pemungutan suara (TPS) sebagai sampel. Basisnya adalah formulir C1 plano, alias hasil perhitungan suara di TPS yang menjadi sampel,” jelas Dian Permata, peneliti Founding Fathers House (FFH), Rabu (17/4).

Dalam exit poll, peneliti merandom pemilih yang keluar dari bilik suara sebagai basis responden.

“Jadi di exit poll, peneliti memilih secara random pemilih yang keluar dari bilik suara, sudah selesai memilih, satu laki-laki dan satu perempuan, yang disodori sejumlah pertanyaan seperti ‘Puas dengan pemilu?’ lalu ditanyai lagi ‘Siapa yang tadi dipilih?’ Begitu,” tambahnya lagi.

Akar ilmu dari quick count maupun exit poll adalah sama-sama statistika. Perbedaannya, Quick Count mendata angka yang didapat dari C1 dari TPS yang menjadi sampel, sedangkan exit poll mendata pendapat dari satu respondem lelaki dan perempuan dari TPS sampel.

Level keyakinan dari quick count maupun exit poll bisa 90 persen, 95 persen, dan bahkan 99 persen dari margin of error sebesar antara kurang dari 1 persen hingga lebih. Tergantung lembaga penyelenggara hitung cepat masing-masing.

Keduanya pun memiliki tantangan masing-masing, antara lain: salah sampling lokasi yang tidak merepresentasikan TPS, jaringan internet tidak stabil, dan penolakan responden untuk menjawab pertanyaan. (Ayu/Kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*