The newsroom at the headquarters of al-Jazeera, in  Qatar.Baghdad, LiputanIslam.com — Putri kandung mantan diktator Irak Saddam Hussein, Raghad Saddam Hussein, mengecam media televisi Arab yang berbasis di Qatar, Al Jazeera,  sebagai agen inteligen Amerika yang telah mengakibatkan bencana bagi rakyat Irak. Kecaman tersebut disampaikan Raghad melalui media Iran Press TV, hari Jumat (21/2).

Menurut Raghad Saddam Hussein, meski Al Jazeera adalah media Arab, dalam kebijakannya telah menjadi agen kepentingan barat dan Israel.

“Setelah Al Jazeeramewawancarai seorang pemimpin gerakan “Perlawanan”, tokoh itu kemudian meninggal terbunuh atau tertangkap sebagai tahanan,” katanya.

Raghad dengan jelas menyebutkan para koresponden Al Jazeera menjalankan misi inteligen untuk Amerika. Mereka, sebut Raghad, adalah orang-orang yang memiliki keahlian menyamar seperti bunglon yang mampu menipu pada pemirsa Arab.

Menurut Raghad, Al Jazeera sama sekali bukan media independen karena bekerja dalam kerangka neo-kolonialisme barat. Ia menggambarkan Al Jazeera sebagai televisi pemecah belah yang berusaha dunia Arab hancur. Salah satu agenda Al Jazeera, menurut Raghad, adalah memicu permusuhan antara kaum Sunni dengan Syiah.

Raghad mengingatkan bagaimana fatwa-fatwa Sheikh Yusuf al-Qaradawi tentang “jihad” di Suriah selalu muncul pertama kali di Al Jazeera.

Pada bulan April 2013 lalu pemerintah Irak melarang Al Jazeera dan 9 stasiun televisi lainnya untuk beroperasi di Irak karena tuduhan menyebarkan sektarianisme.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL