putri bos koreaSeoul, LiputanIslam.com — Mantan eksekutif sekaligus putri boss Korean Air yang terlibat dalam ‘insiden kacang’, Heather Cho, dibebaskan dari tuntutan hukum melalui sidang banding.

Cho yang divonis penjara selama setahun pada bulan Februari lalu, ditetapkan hanya menjalani hukuman percobaan oleh pengadilan banding, Jumat (22/5). Demikian seperti dilaporkan BBC News.

Cho didakwa telah melanggar peraturan penerbangan setelah diketahui memerintahkan pesawat Korean Air yang hendak tinggal landas untuk kembali ke terminal dan mengeluarkan 2 orang awak kabin yang dianggap melakukan kesalahan pelayanan, dengan menyajikan kacang tanpa disertai piring kecil kepada penumpang.

Peristiwa itu kemudian dikenal dengan sebutan ‘insiden kacang’. Saat peristiwa itu berlangsung di New York, 5 Desember tahun lalu, ia adalah seorang eksekutif Korean Air selain statusnya sebagai putri pemilik Korean Air.

Pengadilan banding membebaskan Cho dari tuduhan kejahatan pelanggaran peraturan penerbangan. Namun ia tetap dianggap bersalah atas tindakannya yang keras terhadap awak kabin. Atas kesalahan itu ia dijatuhi hukuman penjara 10 bulan dengan percobaan selama 2 tahun, yang berarti ia tidak perlu ditahan.

Namun, Cho harus membayar mahal atas insiden tersebut. Selain harus mundur dari jabatannya di Korean Air, ia juga harus menghadapi kemarahan publik sehingga memaksanya melakukan sejumlah aksi simpatik seperti meminta ma’af di depan publik dan mendatangi rumah kedua awak kabin yang telah diusirnya keluar pesawat. Selain itu, ia juga sempat menjalani hukuman penjara sejak akhir tahun lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL