bos korea airSeoul, LiputanIslam.com — Putri pemilik maskapai penerbangan Korean Air, Cho Hyun-ah alias Heather Cho, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama setahun. Demikian sebagaimana dilansir BBC News, Kamis (12/2).

Pengadilan Korea Selatan di Distrik Seoul Barat menyatakan bahwa Cho dianggap melanggar UU penerbangan dengan mengusir 2 orang awak kabin dari pesawat Korean Air penerbangan New York-Korea tanggal 5 Desember 2014. Insiden ini dipicu oleh kesalahan awak kabin yang menyajikan kacang di dalam bungkusnya dan tidak disajikan di atas piring kecil.

Kasus ini menjadi perhatian media massa internasional dan menimbulkan kemarahan publik Korsel.

“Ini adalah kasus dimana harga diri manusia telah diinjak-injak,” kata Jaksa Penuntut Oh Sung-woo dalam persidangan hari Kamis.

Dalam persidangan itu Chairman Korean Air yang juga ayah kandung Heather Cho, Cho Yang-ho, juga telah memberikan kesaksiannya.

“Cho telah memperlakukan penerbangan itu seperti penerbangan pribadi,” tambah Jaksa Oh.

Jaksa menuntut Cho dijatuhi hukuman penjara 3 tahun dari hukuman maksimal selama 10 tahun. Beberapa saksi mengatakan Cho telah memukul kedua awak kabin itu dengan buku panduan tugas dan memaksas mereka berlutut. Namun ia membantah hal tersebut.

Para pengacaranya mengatakan bahwa apa yang dilakukan kliennya tidak melanggar hukum penerbangan karena saat itu pesawat belum berada di landas pacu. Namun Hakim menganggap saat itu pesawat sudah dalam kondisi “dalam penerbangan”.

Kasus ini memicu terjadinya debat publik tentang dunia bisnis Korea yang didominasi beberapa keluarga atau dikenal sebagai “chaebols”. Selama ini mereka dianggap telah berlaku di atas hukum.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL