Tel Aviv, LiputanIslam.com—Putra dari PM Israel Benjamin Netanyahu membela unggahan kontroversialnya di Facebook yang menyatakan bahwa semua Muslim harus pergi dari “tanah Israel”.

Unggahan tersebut mendapatkan banyak kecaman di media sosial.

“Tidak akan ada kedamaian di sini sampai: 1. Semua Yahudi keluar dari tanah Israel atau 2. Semua Muslim keluar dari tanah Israel. Saya harap yang terjadi kedua,” tulis Yair Netanyahu di halaman Facebook nya pada Kamis (13/12) lalu.

Dia lalu menulis pernyataan lain bahwa Islandia dan Jepang tidak mengalami serangan teror karena “tidak ada populasi Muslim di sana.”

Kemudian pada Sabtu (15/12) kemarin, pria berumur 27 tahun itu membela unggahannya tersebut. Dia mempertanyakan kritikan orang-orang padanya, padahal orang-orang inilah yang menurutnya mendukung “evakuasi penduduk dan pendirian negara Palestina yang bebas dari kaum Yahudi”.

Banyak pengguna media sosial yang menyayangkan uggahan Yair Netanyahu karena bernada rasis. Penulis buku ‘Cracks in the Wall: Beyond Apartheid in Palestine/Israel’,

Ben White, menilai putra perdana menteri ini telah teradikalisasi. Sementara pengguna media sosial lain menyebutkan sebagai “suadara ketiga Trump.”

Ini bukan pertama kalinya Yair Netanyahu menjadi pembicaraan akibat pernyataan kontroversialnya. Pada Mei lalu, ia dikecam karena mengungguh tulisan “F*** Turkey” di halaman Instagram nya di tengah hubungan diplomatik yang menegang antara Israel dan Ankara.

Pada tahun 2017, Yair mengunggah sebuah meme yang dinilai anti-Semit, yang akhirnya ia hapus karena dikecam banyak orang. Namun, meme itu ternyata mendapat dukungan dari mantan pemimpin Ku Klux Klan, David Duk. (ra/rt)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*