Moskow, LiputanIslam.com–Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan kekecewaannya kepada Donald Trump karena membatalkan pertemuan dengan Kim Jong-un, meski pemerintah Korut telah “melakukan semua yang diminta” oleh AS.

“Di sini, di Rusia, kami menyikapi berita ini dengan kekecewaan karena kami sangat mengantisipasi langkah signifikan yang akan dilakukan … sebagai awal proses denuklirisasi di seluruh Semenanjung Korea,” kata Putin setelah bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di St. Petersburg pada Kamis (24/5/18).

Menurutnya, Kim Jong-un “telah melakukan semua yang ia janjikan; dia bahkan menghancurkan lorong dan bahan peledak di situs uji coba [nuklir Punggye-ri]– dan setelah itu kita mendapati pembatalan pertemuan oleh AS,”

Seorang pejabat Rusia, Senator Konstantin Kosachev, menilai bahwa penolakan Trump untuk bertemu Kim disebabkan dia menyadari bahwa dia telah kalah dalam “permainan diplomatis” dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan pada Juni mendatang itu “diterima oleh Washington hanya sebagai momen kemenangan atas taktik tekanan dan pemerasan. Namun kenyataannya malah berbanding terbalik,” tulis  Kosachev di Facebook.

Sementara menurut Senator Vladimir Dzhabarov, kepala Komite Hubungan Luar Negeri Rusia, pembatalan itu tidak mengejutkan baginya karena“AS tidak tertarik dalam menormalisasi hubungan di Semenanjung Korea.”

“Mereka menjual senjata mereka ke Korea Selatan dan Jepang. Dan jika pertemuan itu dimulai, maka tidak akan ada lagi [penjualan senjata],” tuturnya.  (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*