Moskow, LiputanIslam.com–Presiden Rusia Vladimir Putin sekali menolak tuduhan AS mengenai intervensi pemilu presiden 2016. Menurutnya, jika memang ada warga Rusia terlibat dalam intervensi, mereka tidak merepresentasikan Moscow.

“Mengapa kalian berpikir pemerintah Rusia, termasuk saya, memberikan siapa pun izin untuk melakukan ini?” tanya Putin dalam wawancara dengan media Amerika, NBC News, pada Jumat (9/3/18).

Pernyataan ini disampaikannya beberapa minggu setelah Penasihat Khusus AS, Robert Mueller, mendakwa 13 warga Rusia dan 3 perusahaan asal Rusia karena membantu Donald Trump dalam kampanye presiden, dan merugikan lawannya, Hillary Clinton.

“Jadi memangnya kenapa jika mereka warga Rusia?” ucap Putin. “Rakyat Rusia berjumlah 146 juta. Jadi apa?… Saya tidak peduli… Mereka tidak mewakili kepentingan negara Rusia.”

Sebagai tambahan, Putin menegaskan bahwa dia belum menemukan bukti yang konkret atas tuduhan tersebut.

“Kami di Rusia tidak bisa menuntut siapapun sepanjang mereka tidak menyeleweng hukum Rusia… Setidaknya kirimi kami surat… Berikan kami dokumen. Berikan kami pemintaan resmi. Dan kami akan memproses itu,” paparnya.

Sang presiden berumur 65 tahun itu juga menolak evaluasi dari badan spionase AS yang berisi bahwa dirinya secara personal memerintahkan upaya intelijen untuk mempengaruhi pemilu Amerika.

“Bisakah siapapun benar-benar percaya bahwa Rusia, ribuan mil jauhnya… mempengaruhi hasil pemilu? Apakah itu terdengar aneh bagi Anda?” tanyanya.

“Intervensi bukanlah tujuan kami. Kami tidak melihat tujuan apa yang dapat dicapai dengan mengintervensi,” imbuhnya. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*