Image: Russia's President Vladimir PutinMoskow, LiputanIslam.com — Presiden Rusia Vladimir Putin  menyatakan bahwa pemerintahan Ukraina yang sekarang adalah pemerintahan hasil kudeta yang melanggar konstitusi Ukraina sendiri. Menurutnya apa yang telah terjadi di Ukraina adalah “perampokan kekuasaan”.

Putin menyatakan, “Dalam pandangan saya, inilah yang saat ini terjadi di Kiev: presiden yang sah telah digulingkan, dan telah terjadi perampokan kekuasaan,” kata Putin dalam jumpa pers yang digelar kemarin (4/3).

Putin menambahkan bahwa saat ini, dirinya punya pertanyaan besar yang memerlukan jawaban dari pihak-pihak terkait, yaitu: kenapa Yanukovich sampai terguling?

Putin menyatakan, “Dalam pertemuan antara Yanukovich dan kelompok oposisi yang dihadiri oleh utusan saya dan juga para menteri dari tiga negara Eropa, yaitu Prancis, Jerman, dan Polandia, telah dicapai kesepakatan yang kurang lebih berisikan kesediaan Yanukovich untuk memenuhi seluruh tuntutan oposisi, termasuk tuntutan percepatan pemilu parlemen dan presiden. Akan tetapi, kenapa setelah adanya kesepakatan ini, kelompok oposisi bukannya mengosongkan gedung-gedung yang tadinya sudah mereka duduki? Kenapa mereka malah menduduki gedung-gedung pemerintahan?”

Putin menambahkan bahwa dari apa yang berlangsung di Ukraina, bisa disimpulkan bahwa penggulingan Yanukovich dirancang di sebuah tempat di luar Ukraina.

Terkait dengan sikap Rusia dalam mengirimkan tentara ke Krimea, Putin menegaskan bahwa Rusia dan pemerintahan sah Ukraina terikat sebuah perjanjian kerjasama militer. Jadi, apa yang dilakukannya ini pada dasarnya adalah implementasi atas perjanjian itu. Putin malah balik menuduh AS dan Barat sebagai pihak yang telah berkali-kali melakukan pelanggaran terhadap konvensi internasional.

“Justru yang dilakukan AS di Libia dan Afghanistan adalah contoh nyata pelanggaran konvensi internasional,” kata Putin.

Adapun ketika ditanya mengenai ancaman Barat, Putin menjawab, “Bagi siapa saja yang mengancam dan memboikot kami, mereka harus tahu bahwa setiap tindakan pasti akan ada balasannya. Kami betul-betul siap dengan segala macam konsekwensinya.”

Meskipun demikian, Putin juga menambahkan bahwa saat ini,dia tidak menjadikan tindakan militer sebagai opsi. Hanya saja, jika ada gelagat Barat hendak melanggar hak-hak Rusia, tentu saja pihaknya tidak akan diam saja.

“Opsi militer tetap ada, meskipun itu ada pada pilihan terakhir,” kata Putin.(by/kayhan.ir)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL