vladimir-putin1Moskow, LiputanIslam.com — Presiden Rusia, Vladimir Putin, hari Kamis (17/4), tidak mengesampingkan kemungkinan mengirim tentara Rusia ke Ukraina timur. Namun, dia berharap tidak harus melakukan itu dan kemelut bisa diselesaikan lewat diplomasi.

Dalam komunikasi lewat telepon yang disiarkan di televisi Rusia, Putin mengatakan Rusia akan melakukan apapun yang mungkin untuk membantu masyarakat berbahasa Rusia di Ukraina timur, tempat terjadi pemberontakan.

Namun, dengan Rusia yang berperan dalam pertemuan internasional di Jenewa uuntuk membicarakan krisis tersebut, Putin mengatakan adalah suatu ilusi bahwa kekerasan bisa memecahkan semua masalah dalam hubungan internasional.

“Dewan Federasi (majelis tinggi parlemen Rusia) memberi presiden wewenang untuk menggunakan kekuatan militer di Ukraina. Saya benar-benar berharap saya tidak harus melakukan itu dan kita bisa memecahkan semua masalah ini melalui jalan diplomasi dan politis,” kata Putin.

“Kita harus melakukan segalanya untuk membantu orang-orang ini (di timur Ukraina) mempertahankan hak-hak mereka dan bebas menentukan nasib mereka sendiri. Inilah yang akan kami tekankan,” katanya.

Ukraina Bubarkan Satuan Tentara yang Menyerah pada Militan Pro-Rusia

Sementara itu Ukraina, pada hari Kamis (17/4), membubarkan satuan tentara yang melepaskan enam kendaraan lapis bajanya kepada gerilyawan pro-Rusia, ketika militer Kiev gagal mendepak pemberontak di wilayah timur negeri itu.

“Brigade parasut 25, yang anggotanya memperlihatkan sikap pengecut dan melepaskan senjata mereka, akan dikeluarkan dan anggotanya yang bersalah akan disidangkan,” kata presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov, kepada parlemen.

Tentara Ukraina yang kian lemah pada Rabu dipermalukan ketika operasi “antiteroris” yang penuh sensasi untuk menekan para pengunjuk rasa pro-Moskow keluar dari kota-kota di sepanjang wilayah timur tidak berhasil menjalankan misinya.

Para separatis merebut enam kendaraan personel lapis baja serta menekan barisan tentara Ukraina untuk meletakkan senjata mereka.

Kementerian pertahanan Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan, barisan kendaraan lapis baja serta tentara-tentara yang “kalah” itu telah kembali ke markas mereka setelah pertikaian yang menegangkan.

Aksi menyerah itu merupakan pukulan serius terhadap spirit angkatan bersenjata Ukraina yang terpukul dan harapan Kiev untuk menegakkan kembali kekuasaannya di daerah industri.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL