putinMoskow, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama menandatangani keputusan pemberian sanksi baru terhadap Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin pun langsung menanggapinya dengan menyebutnya sebagai upaya untuk “merantai beruang Rusia”.

“Ini bukan karena Krimea, ini karena keinginan kita untuk menjaga hak-hak Rusia sebagai bangsa, sebagai negara dan kebudayaan,” kata Putin dalam jumpa pers di Moskow, Kamis (18/12), terkait dengan sanksi yang ditandatangani Obama.

Putin menggambarkan negaranya sebagai beruang yang hanya duduk memakan buah beri dan madu, namun selalu ditekan dan dipojokkan.

“Mereka tidak akan membiarkan kita. Mereka akan berusaha menangkap dan merantai kita, dan setelah kita berhasil dirantai, mereka akan mencabut gigi dan cakar kita, berupa senjata-senjata nuklir kita,” kata Putin.

“Segera setelah rantai itu terikat, tidak ada lagi yang membutuhkannya (Rusia), mereka akan membuangnya dan mereka mulai menjulurkan tangannya untuk meraih Taiga (kawasan hutan di Siberia). Kami sudah mendengar pernyataan beberapa pejabat barat yang mengatakan bahwa kepemilikan kita atas Siberia tidak sah,” tambah Putin.

Kemudian ia membandingkannya dengan AS. “Mencuri Texas dari Mexico, apakah itu sah?”

Sementara itu tentang sanksi terbaru yang ditandatanganinya kemarin (18/12), Obama mengatakan hal itu untuk memaksa Rusia menghentikan bantuannya kepada kelompok separatis Ukraina timur dan membatalkan aneksasi wilayah Krimea. Namun Obama belum memastikan langkah nyata yang akan diambilnya setelah ditandatanganinya sanksi tersebut.

“Pemerintahan ini akan terus bekerjasama dengan sekutu-sekutu dan mitra-mitra kami di Eropa dan dunia untuk merespon perkembangangan di Ukraina dan akan terus mengkaji bentuk sanksi-sanksi kami untuk menghadapi aksi-aksi Rusia,” kata Obama usai penandatanganan sanksi tersebut.

“Saat kini kami belum bermaksud untuk menerapkan saksi-sanksi baru, namun undang-undang ini memberikan tambahan kekuasaan yang bisa digunakan jika situasinya memerlukan,” tambah Obama.

Sanksi terbaru itu, demikian Russia Today melansir, Kamis (18/12) petang, ditujukan terhadap BUMN-BUMN persenjataan dan energi Rusia. Dengan sanksi tersebut perusahaan-perusahaan atau entitas apapun di AS dilarang untuk menanamkan investasinya di peruahaan-perusahaan migas Rusia seperti Gazprom. Sanksi-sanksi lain ditujukan kepada perusanaan eksportir persenjataan Rosoboronexport. Selain itu perbankan AS juga dilarang untuk melakukan kegiatan bisnis dengan Rusia.

Tidak hanya itu, undang-undang tersebut juga memberi kewenangan pemerintah AS untuk menyuplai persenjataan kepada pemerintah Ukraina.

Dalam jumpa pers kemarin, Putin juga berusaha meyakinkan publik Rusia bahwa ekonomi Rusia akan kembali pulih paling lama 2 tahun, setelah terkena hantaman krisis pasar uang dan pasar modal akhir-akhir ini yang ditandai dengan merosotnya nilai ruble dan indeks saham Rusia.

“Ekonomi kami akan tumbuh dan pulih dari situasi buruk saat ini,” kata Putin dengan menyebutkan bahwa ekonomi Rusia tetap akan tumbuh sebesar 0,6 persen tahun ini. Ia juga menyebutkan pemerintah akan melakukan langkah yang sama dengan saat terjadi kriris tahun 2008.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL