Moskow, LiputanIslam.com—Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan di depan sejumlah pengusaha Rusia bahwa negara-negara Barat pada akhirnya akan jemu dengan sanksi yang mereka jatuhkan kepada Moskow, dan bahwa sanksi seperti itu akan menjadi bumerang.

“Kebijakan restriksi artifisial merupakan jalan buntu dalam hubungan internasional, yang mengakibatkan kerugian dan hilangnya kesempatan bagi semua orang, termasuk penggagas kebijakan seperti itu,” kata Putin dalam pertemuan Russian Union of Industrialists and Entrepreneurs pada Jumat (2/2/18).

“Saya pikir mereka yang melakukan ini akan lelah dengan segera…,” tambahnya.

Dia juga menilai bahwa kebijakan penjatuhan sanksi Barat kepada Rusia bukanlah isu baru:  “Politik restriksi ini telah berjalan dalam waktu yang lama, intinya selamanya.”

“Meski kita di dikacaukan oleh berbagai omong kosong politik asing, di saat yang sama omong kosong ini hanya kebisingan kosong dan bermanfaat bagi kita”, karena banyak pihak yang jadi memilih berinvestasi di Rusia, ujarnya.

Meskipun begitu, sang presiden mengaku ia berharap hubungan Barat dan negaranya akan membaik secepatnya.

Pertemuan ini dilakukan setelah munculnya kekhawatiran di antara elit Rusia tentang pengaruh sanksi-sanksi tersebut kepada ekonomi dan  prospek bisnis dengan Barat.

Sebelumnya pada tanggal 30 Januari, menteri keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan akan menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia secepatnya di bawah hukum baru yang dibuat untuk menghukum Moscow atas tuduhan intervensi di pemilu AS 2016. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL