Moskow, LiputanIslam.com—Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya tidak bertanggungjawab atas serangan cyber Ransomware WannaCry yang tengah meranggas di 150 negara di dunia selama seminggu terakhir.

“Manajemen Microsoft sudah menjelaskan bahwa virus itu dibuat oleh badan intelijen AS,” kata Putin kepada para wartawan di Beijing, Cina, pada Senin (15/04/2017).

Sebelumnya, Presiden Microsoft Brad Smith mengatakan bahwa agensi intelijen AS, seperti CIA dan Agensi Keamanan Nasional (NSA), adalah pihak yang bersalah atas serangan ini karena mereka mengumpulkan kode software berbahaya yang digunakan oleh para hacker.

NSA sendiri mengklaim software yang digunakan dalam serangan cyber telah dicuri dari badan itu.

“Sekali mereka melepaskan jin dari lampu,… itu akan dapat merusak pembuatnya,” kata Putin. “Jadi pertanyaan ini harus didiskusikan secepatnya di level politik yang serius dan langkah keamanan harus dilakukan di tengah fenomena ini,”

Putin juga mengatakan pada tahun lalu Moscow sempat meminta AS untuk bernegosiasi terkait pemberantasan ancaman cyber. “Sayangnya, mereka menolak permintaan kami,” lanjutnya.

“Pemerintahan AS sebelumnya pernah mengatakan mereka tertarik dengan proposal itu lagi, tapi tak ada yang dilakukan,” tambahnya.

WannaCry merupakan program jahat jenis ransomware yang sanggup masuk ke komputer dan menyandera data-data pribadi di dalamya. Ransomware memasang enkripsi atau kunci pada data-data itu sehingga sang pemilik tidak bisa mengaksesnya. Pemilik biasanya diminta mengirim sejumlah uang untuk menebus data-data tersebut. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL