putinKiev, LiputanIslam.com — Presiden Rusia Vladimir Putin hari Jumat (23/5) mengingatkan bahaya perang saudara di Ukraine di tengah aksi-aksi kekerasan yang semakin meluas menjelang pemilihan presiden tanggal 25 Mei.

Peringatan Putin itu disampaikan dalam forum pertemuan ekonomi internasional di St. Petersburg. Ia menyebut kekacauan yang kini terjadi di Ukraina sebagai akibat dari “kudeta yang didukung barat dan AS” atas Presiden Victor Yanukovych bulan Februari lalu.

Putin juga menyinggung tentang tagihan pembelian gas Rusia yang belum dibayar pemerintah Ukraina. Menurut Putin hal itu adalah kesalahan Ukraina sendiri dan Ukraina tetap harus membayarnya.

Selain itu Putin juga mengingatkan negara-negara eks Uni Sovyet untuk menjaga diri dari konflik yang meluas. Selain itu ia membela langkah Rusia yang telah menganeksasi Krimea yang tidak diakui Ukraina dan barat. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “membela kehendak bebas rakyat Krimea”.

Pada saat yang sama pemerintah Ukraina tengah mempersiapkan diri menghadapi pemilihan presiden yang digelar hari Minggu (25/5). Deputi Menlu Rusia Meshkov mengatakan kepada media Rusia bahwa Rusia baru akan mengambil sikap untuk menerima atau menolak hasil pemilihan setelah pemilu dilaksanakan.

“Mari kita tunggu pemilihannya terlebih dahulu,” katanya.

 

Bentrokan Separatis dengan Neo Nazi

Sementara itu bentrokan dilaporkan terjadi antara milisi separatis “Donbass battalion” melawan milisi ekstremis Right Sector, hari Jumat, di dekat Karlivka, di Ukraina tengah.

Pemimpin Right Sector Andriy Denysenko, mengatakan kepada CNN bahwa kelompoknya berusaha merebut sebuah pos penjagaan milik kelompok separatis, namun mendapat perlawanan keras oleh lebih dari 100 anggota Donbass Batallion.

Setelah tembak-menembak selama 2 jam, anggota Right Sector menarik diri ke pos penjagaan militer Ukraina di dekat Krasnoarmiysk, namun 4 anggota lainnya masih tertinggal dan tidak diketahui nasibnya.

Meski mengakui ada korban jiwa di pihaknya, Denysenko membantah kalau jumlahnya mencapai lebih dari 10 orang.

Tembak-menembak pada hari Jumat dikabarkan juga terjadi di Slovyansk, salah satu basis separatis di Provinsi Donetsk.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL