putinMoskow, LiputanIslam.com — Putin mengklaim negaranya memiliki hak untuk melindungi kepentingan negara dan etnis Rusia di Ukraina terkait dengan pergerakan pasukan Rusia di Ukraina.

Hal tersebut disampaikan Putin, Sabtu (1/3) menanggapi “ancaman” Amerika terhadap Rusia terkait keberadaan pasukan Rusia di Ukraina.

“Demi mencegah merembetnya kerusuhan ke Ukraina Timur dan Krimea, Rusia berhak  untuk melindungi kepentingan negara dan rakyat yang berbahasa Rusia di wilayah itu,” kata Putin dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya hari Sabtu.

Sebelumnya pada hari yang sama, parlemen Rusia telah memberikan kewenangan kepada Putin untuk mengirimkan pasukan ke Krimea, wilayah otonomi di Ukraina yang mayoritas penduduknya berbahasa Rusia dan menjadi pangkalan Armada Laut Hitam Rusia.

Meski belum menggunakan kewenangan tersebut secara penuh, Putin menyatakan pengiriman pasukan ke Krimea diperlukan untuk melindungi rakyat Krimea beretnis Rusia serta pangkalan militer Rusia di sana.

Selain menggerakkan pasukan lapis bajanya di dekat perbatasan Krimea-Ukraina, serta tindakan sekelompok pasukan Rusia menguasai bandara ibukota Krimea dan menduduki gedung-gedung pemerintahan dan parlemen, Rusia dikabarkan telah menggerakkan kapal-kapal perangnya dari Armada Laut Hitam ke lepas pantai Ukraina.

Sementara itu dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih, hari Sabtu, Presiden Barack Obama menyatakan “perhatian sangat serius atas pelanggaran nyata Rusia terhadap kedaulatan Ukraina” dan menyerukan Rusia untuk menarik mundur semua pasukannya dari Ukraina. Obama juga mengancam Rusia dengan “isolasi masyarakat internasional” atas Rusia jika tidak mengikuti keinginan Amerika.

Sementara itu Ukraina telah menyiagakan pasukannya untuk mengantisipasi kemungkinan konfrontasi dengan Rusia. Presiden Ukraina Oleksandr Turchynov pada hari Sabtu mengatakan bahwa intervensi militer Rusia akan memicu perang dengan Ukraina.

Di sisi lain, aksi-aksi demonstrasi mendukung langkah Rusia melindungi rakyat Rusia di Ukraina terjadi di 2 kota utama di Timur Ukraina yang berbatasan dengan Rusia, Kharkiv dan Donetz. Ribuan orang warga keturunan Rusia turun ke jalanan sembari mengibarkan bendera Rusia dan mengecam penggulingan Presiden Yanukovych.

Dalam aksi demonstrasi di Kharkiv, tercatat puluhan orang mengalami luka-luka ketika sekelompok orang menembakkan senjata ke arah demonstran yang menyerbu gedung-gedung pemerintahan di kota itu.(ca/press tv/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*