putin2Kiev, LiputanIslam.com — Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan telah “menggertak” Presiden Komisi Eropa Jose Manual Barroso dengan mengatakan akan merebut Kiev dalam waktu 2 minggu.

Pernyataan kontroversial itu pertama kali muncul di media Italia La Repubblica yang melaporkan bahwa Putin dalam pembicaraan telepon dengan Barroso, Senin (1/9) telah mengatakan bahwa Rusia bisa menduduki Kiev hanya dalam waktu 2 minggu.

Pemerintah Rusia sendiri menolak kabar tersebut, menyebutnya sebagai pernyataan yang telah dikutip di luar kontek.

Berbicara kepada kantor berita ITAR Tass, Selasa (2/9), seorang pejabat kemenlu Rusia mengatakan bahwa pernyataan tersebut telah “diambil di luar kontek dan memiliki arti yang sangat berbeda.” Ia juga mengingatkan bahwa jika Barroso telah membocorkan pembicaraannya dengan Putin, maka hal itu merupakan “kesalahan dan di luar tindakan diplomatik yang wajar”.

Pembicaraan telepon itu terjadi setelah Menhan Ukraina Valeriy menulis di akun Facebook bahwa “perang besar telah tiba di depan pintu”, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II.

Valeriy menambahkan bahwa korban yang jatuh dalam perang besar itu tidak lagi berkisar pada angka ratusan, melainkan ribuan bahkan puluhan ribu.

Kemenlu Rusia pun bereaksi pedas terhadap pernyataan itu dengan mengatakan, “sulit dipercaya pernyataan seperti itu muncul dari seorang menteri pertahanan sebuah negara beradab”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL