obama-putin-betterMoskow, LiputanIslam.com — Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan terlibat perselisihan sengit dengan Presiden AS Barak Obama, Selasa (15/4). Perselisihan dipicu oleh aksi manuver pesawat-pesawat tempur Rusia di atas kapal perang Amerika yang berada di kawasan Laut Hitam pada hari yang sama.

Sebagaimana dilansir media AS Fox News, Senin kemarin (14/4), Presiden Obama langsung menelepon Putin setelah mendengar laporan manuver pesawat tempur Sukhoi SU-24 Rusia di atas kapal perang Amerika Serikat di perairan Laut Hitam. Ia mendesak penjelasan dari Putin perihal insiden tersebut.

Namun alih-alih Putin justru mendesak Obama untuk menjelaskan maksud kedatangan Direktur CIA John Brennan ke Kiev sehari sebelumnya. Putin bahkan menuduh AS telah menyebarkan permusuhan kepada Moskow.

Obama tidak bersedia memberikan penjelasan tentang John Brennan dan ia malah sebaliknya mendesak Putin untuk menjelaskan apa alasan Moskow memerintahkan jet tempurnya terbang rendah dan memata-matai pasukan AS di Laut Hitam.

Karena Obama terus berkelit, Putin dikabarkan marah besar dan menuding Obama tidak konsisten. Ia menyoal dirinya tidak terima harus memberikan klarifikasi ke AS soal jet tempur Sukhoi, sementara Obama menolak memberikan klarifikasi soal kedatangan Brennan ke Kiev.

Namun Obama balik menuding bahwa kekerasan di wilayah Ukraina timur karena ada sponsor dari Moskow. Putin menjawab bahwa tindakan AS mencampuri urusan di Ukraina
sebagai tindakan yang tidak berdasar.

Sementara itu Menlu Rusia Sergei Lavrov, kepada Russia Today, membenarkan adanya perselisihan tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada jawaban dari AS soal kunjungan bos CIA ke sana. Tapi kami meminta penjelasan yang lengkap dan bertanggung jawab,” tegas Lavrov.

Diduga kuat, keputusan Kiev mengirim pasukan militer guna menghadapi militan pro Rusia di Ukraina timur karena ada rekomendasi langsung dari Brennan.

“Provokasi” Laut Hitam

Insiden ini terjadi saat kapal penghancur AS USS Donald Cook tengah berlayar di perairan internasional di Laut Hitam, dekat pantai Rumania, awal pekan ini. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara pasca intervensi Rusia di Ukraina yang menuai kecaman AS.

Kapal militer AS tersebut dikirimkan kembali ke Laut Hitam pada 10 April lalu dalam rangka menunjukkan solidaritas AS terhadap sekutunya NATO di kawasan Eropa Timur terkait aksi Rusia yang semakin menjadi.

“Pada 12 April, sebuah jet Rusia Su-24 melakukan sejumlah penerbangan jarak dekat, terbang rendah di sekitar kapal USS Donald Cook, ketika Cook sedang melakukan operasi di perairan internasional di barat Laut Hitam,” ujar juru bicara Pentagon, Kolonel Steven Warren, seperti dilansir AFP, Selasa (15/4).

“Pesawat tersebut tidak merespons pertanyaan dan peringatan dari Donald Cook. Peristiwa ini berakhir tanpa insiden setelah berlangsung selama 90 menit,” tambah Warren.

Ketika insiden ini terjadi, pejabat militer yang enggan disebut namanya menuturkan, jet milik Rusia terbang mendekat dan sangat rendah sekitar kurang dari 1.000 meter dari kapal militer AS. Warren menambahkan, pesawat milik Rusia tersebut diduga tidak dilengkapi dengan senjata.

“Pesawat itu tidak terbang di atas geladak Donald Cook,” imbuhnya.

Sebuah pesawat Su-24 lainnya juga terbang mendekat, namun tidak melakukan aksi yang sama. Warren menyatakan, kapal Donald Cook memiliki kemampuan untuk melakukan pertahanan atas dua pesawat Su-24 tersebut. USS Donald Cook memang tidak membawa pesawat militer, namun kapal ini dilengkapi sejumlah senjata seperti torpedo dan rudal jelajah Tomahawk.

“Saya tidak bisa memahami bahwa dua pilot Rusia itu sendiri yang memutuskan untuk melakukan aksi semacam ini. Kita telah melihat aksi Rusia yang tidak profesional dan melanggar norma internasional di Ukraina selama beberapa bulan,” katanya.(ca/detiknews/foxnews/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*