putinMoskow, LiputanIslam.com — Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan perintah rahasia untuk menguasai kembali wilayah Krimea dari pemerintahan baru Ukraina tahun lalu dan menggambarkan tentara Rusia siap berperang untuk menyelamatkan Presiden Ukraina pendukung Moskow yang digulingkan, Victor Yanukovych.

Dalam potongan film dokumenter berjudul “Homeward Bound” yang ditampilkan pada hari Minggu (8/3) yang ditayangkan televisi negara Rossiya-1, Putin secara terbuka membahas upaya penguasaan Krimea oleh Moskow tahun lalu.

Putin menceritakan pertemuan sepanjang malam dengan para pimpinan badan keamanan untuk membahas bagaimana upaya membebaskan presiden terguling Viktor Yanukovych, yang telah melarikan diri dari pemberontakan jalanan pro-Barat di Kiev, ibu kota Ukraina, 22 Februari 2014.

“Kami selesai sekitar pukul tujuh pagi,” kata Putin, sebagaiman dilansir BBC News, Senin petang.

“Ketika kami berpisah, saya berkata kepada rekan-rekan saya: kami harus mulai bekerja untuk mengembalikan Krimea ke Rusia,” tambahnya.

Empat hari setelah pertemuan itu, tentara tak dikenal mengambil alih parlemen lokal di Krimea dan para wakil rakyat setempat buru-buru memilih pemerintahan baru. Wilayah bekas Rusia yang menjadi provinsi Ukraina itu kemudian secara resmi dianeksasi oleh Moskow pada 18 Maret hingga memicu kecaman internasional.

Operasi militer awalnya dirahasiakan dan meskipun ada peningkatan tindakan nyata dari pasukan Rusia di lapangan, Moskow bersikeras bahwa hanya penduduk setempat yang terlibat dalam pergolakan. Kemudian setelah berhasil, Kremlin baru mengakui bahwa pihaknya telah ada di balik perebutan kekuasaan.

Dalam potongan video untuk film dokumenter itu, Putin juga mengklaim bahwa militer Rusia siap untuk bertempur di kota Ukraina bagian timur, Donetsk, untuk menyelamatkan Yanukovych.

“Dia akan dibunuh,” kata Putin, “Kami bersiap-siap untuk membawa dia keluar Donetsk melalui darat, laut atau udara. Persenjataan berat di bawa untuk menghindari berbicara terlalu banyak.”

Yanukovych kemudian muncul kembali di kota Rusia bagian selatan Rostov dan tidak pernah kembali ke Ukraina.

Lebih dari enam ribu orang telah tewas sejak pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan milisi separatis bersenjata yang berbasis di Donetsk dan didukung Rusia, meskipun Moskow membantah hal ini.

Rossiya-1 tidak mengatakan kapan film dokumenter itu akan ditayangkan secara menyeluruh, demikian laporan AFP.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*