chabad houseMumbai, LiputanIslam.com — Pusat kebudayaan yahudi di kota Mumbai, India, dibuka kembali, Selasa (26/8), 6 tahun setelah ditutup karena serangan teroris yang menewaskan 6 orang warga yahudi. BBC News melaporkan hari ini (27/8).

Pusat kebudayaan yahudi, Chabad House Jewish, menjadi salah satu sasaran utama serangan sekelompok teroris yang menyerang beberapa titik sasaran di kota Mumbai, November 2008

Pasukan anti-teror India akhirnya berhasil merebut kembali tempat-tempat yang diduduki teroris setelah bertempur selama beberapa hari dan menewaskan 2 orang teroris di gedung itu.

Tujuh teroris lainnya tewas di beberapa tempat lainnya termasuk 166 korban lainnya yang ikut tewas. Satu stasiun kereta api, 2 hotel dan beberapa bangunan penting lainnya menjadi sasaran serangan para teroris, selain pusat kebudayaan yahudi.

Pemuka yahudi setempat yang memimpin Chabad House Jewish, Rabbi Gavriel Holtzberg (29 tahun) dan istrinya yang tengah mengandung tewas dalam serangan itu. Namun 2 anak kembar mereka yang berusia 2 tahun, selamat. Keduanya kemudian diselamatkan oleh pembantu perempuan mereka.

Pembantu dan kedua anak itu kini tinggal di Israel bersama keluarga baru.

Sekitar 25 pamuka agama yahudi (rabbi) dari beberapa negara Asia berkumpul di gedung yang telah direnovasi tesebut, Selasa (26/8). Ke depannya, pengelola gedung itu akan mengubah 2 lantai teratas gedung bertingkat lima itu menjadi museum.

Selain sebuah sinagog, gedung tersebut juga memiliki fasilitas perkantoran, pengingapan, restoran, ruang-ruang pengamanan dan dapur komersial.

“Kami tidak pindah ke gedung lain, kami kembali ke gedung asli kami dan akan melanjutkan dan meningkatkan semua aktifitas yang berlangsung di sini,” kata Rabbi Israel Kozlovsky, direktur baru pusat kebudayaan itu kepada AFP.

Pada tahun 2012, pengadilan India menghukum mati Mohammad Ajmal Amir Qasab, satu-satunya tersangka serangan yang hidup. Ia adalah salah satu dari satu tim teroris terlatih berjumlah 10 orang yang datang ke Mumbai dengan menggunakan kapal, tanggal 26 November 2008.

Tim itu kemudian menyebar dalam beberapa kelompok menyerang beberapa sasaran secara serentak, termasuk Hotel Taj Mahal Hotel dan Hotel Oberoi Trident Hotel, dan menguasainya selama 2 hari.

Kelompok teroris asal Pakistan Lashkar-e-Taiba dianggap bertanggungjawab atas serangan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL