Sumber: Presstv

Tel Aviv,LiputanIslam.com—Puluhan ribu demonstran Israel telah menggelar aksi protes terhadap pemerintah Israel yang dianggap memberikan imunitas hukum terhadap PM Netanyahu, sehingga dirinya kebal dari berbagai macam tuntutan dan kekangan Mahkamah Agung.

Para demonstran berkumpul di luar Museum Tel Aviv pada Sabtu kemarin (25/5) dan membawa spanduk bertuliskan “Hentikan imunitas hukum, pertahankan demokrasi.”

Aksi ini adalah yang pertama dilakukan oleh kelompok oposisi sejak Netanyahu memenangkan pemilihan umum bulan lalu.

Seperti dilaporkan oleh Presstv, PM Israel telah menghadapi tiga tuntutan pidana atas kasus penipuan dan penyuapan.

Netanyahu dituduh telah menerima hadiah mewah dari miliyader internasional dengan imbalan bantuan kepada milyader tersebut. Selain itu, Ia juga dituduh telah melakukan konspirasi dengan pemilik surah kabar Yedioth Ahronoth untuk membungkam terbitan-terbitan yang kritis terhadap pemerintah. Yang ke-3, Netanyahu dituduh telah memberikan tawaran-tawaran khusus bagi penyedia telekomunikasi Israel, Bezeq, atas cerita-cerita positif yang dituliskan di situs berta Walla tentang dirinya.

Semua tuduhan tersebut membuat Netanyahu mendaparkan gelar “ Menteri Kriminal.”

Baca: Pesawat Israel Bantai Para Demonstran Palestina di Jalur Gaza

Pada Oktober mendatang, Netanyahu dijadwalkan akan menghadiri sidang tentang dugaan korupsi dengan jaksa agung Israel.

Presstv juga melaporkan bahwa Netanyahu tengah membuat kesepakatan dengan mitra koalisinya agar mereka mau menempuh jalur legislatif untuk melindungi dirinya dari tuntutan tiga kasus kejahatan. Dia juga berencana membatasi kekuasaan Pengadilan Tinggi agar niatnya untuk melindungi diri tak dapat dihancurkan secara hukum.

Benny Gantz, wakil ketua aliansi sentris Biru dan Putih, dalam pidatonya pada Sabtu mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Netanyahu, mimpi Israel menjadi berantakan.

Dalam aksi tersebut, seorang demonstran mengatakan seperti dikutip The Times of Israel ,” Netanyahu adalah diktator korup yang seharunya mendekam di penjara.”

“Jika perlu, kami akan korbankan hidup untuk menindak kasus ini,” teriak demonstran lainnya lantang. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*