South-Korea-FerrySeoul, LiputanIslam.com — Kemarahan orang tua korban kapal feri Korea Selatan semakin tak terbendung. Sejumlah orang tua korban nekat menyerang pejabat tinggi Patroli Laut Korsel secara brutal. Mereka menudingnya berbohong mengenai upaya pencarian korban yang masih terjebak di dalam kapal yang tenggelam.

Sekitar 20 orang tua korban menyerang Choi Sang-Hwan, wakil kepala Korea Coastguard setelah menyerbu kantor sementara mereka di pelabuhan Jindo. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (24/4).

Para orang tua korban ini memaksa masuk ke dalam, hingga terlibat dorong-dorongan dengan 10 petugas yang mengawal pintu masuk kantor tersebut. Mereka melabrak Choi dan kemudian menonjoknya di bagian wajah serta beberapa bagian tubuhnya. Tidak berhenti di situ, para orang tua korban ini memegang Choi di bagian leher dan menariknya keluar kantor. Kemeja yang dikenakan Choi ditarik hingga robek oleh orang tua korban yang terbawa emosi tersebut.

Choi kemudian dibawa ke tenda terdekat, lalu orang tua korban berteriak memanggil atasannya, Kim Suk-Kyun selaku Kepala Korea Coastguard dan memintanya untuk menemui mereka.

Orang tua korban sempat menahan Choi selama beberapa saat, dengan sejumlah ibu korban menamparnya berulang-ulang, hingga Kim datang. Orang tua korban kemudian memaksa Kim untuk memerintahkan anak buahnya untuk mengerahkan penyelam lebih banyak dan mempercepat operasi pencarian korban.

Kemarahan menyebar luas di kalangan keluarga korban karena proses pencarian dan penyelamatan yang dianggap sangat lamban sejak insiden terjadi pada 16 April lalu. Dari total 476 penumpang dan awak yang ada di atas kapal feri Sewol tersebut, sebagian besar atau lebih dari 300 orang merupakan murid SMA Danwon, Ansan yang hendak berwisata ke Pulau Jeju.

Tim penyelamat memang mengalami kesulitan karena menghadapi kondisi dan situasi yang berbahaya di perairan yang menjadi lokasi tenggelamnya kapal ini. Mereka membutuhkan waktu lebih dari 2 hari untuk bisa masuk hingga ke dalam kapal yang kini posisinya sudah tenggelam sepenuhnya, dan 2 hari lainnya untuk menemukan jasad pertama dari dalam kapal.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL