cattle africaMutarule, LiputanIslam.com — Sekitar 30 orang tewas dalam aksi rebutan ternak antar penduduk di kota Mutarule, di bagian timur Republik Kongo, akhir pekan lalu. Pasukan penjaga perdamaian PBB dan militer Kongo telah dikerahkan ke kota  tersebut untuk menghentikan kerusuhan.

Dalam bentrokan awal yang terjadi hari Jumat (6/6) sebanyak 15 orang mengalami luka-luka. Demikian pejabat keamanan PBB di Provinsi Kivu selatan. Bentrokan terjadi antara kelompok masyarakat Bafuliru dengan kelompok masyarakat Barundi/Banyamulenge.

Martin Kobler, kepala misi perdamaian PBB di Kongo mengatakan, pasukan akan digelar di Mutarule untuk membantu pasukan Kongo dan para pejabat lokal menghentikan pertikaian.

Kongo timur merupakan wilayah yang kaya sumber mineral, selama 2 dekade terakhir telah menjadi ajang konflik politik dan ketegangan etnis yang melibatkan negara-negara tetangga seperti Uganda dan Rwanda. Pertikaian antar kelompok etnis yang dipicu oleh perselisihan kepemilikan binatang ternak semakin meningkatkan ketegangan di wilayah ini.

Sementara tentara pemerintah juga masih harus bertempur melawan kelompok-kelompok bersenjata seperti kelompok M23, yang pada November 2013 lalu berhasil dihancurkan.

Aksi-aksi kekerasan yang terus-menerus itu mengakibatkan ribuan keluarga petani dan peternak tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidupnya dan memilih menjadi pengungsi di kamp-kamp pengungsian PBB.

Di sisi lain PBB mengkritik pemerintah yang dianggap tidak peduli untuk meningkatkan kesejahteraan warganya dengan program-program pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL