pekerja tambangKiev, LiputanIslam.com — Setidaknya 30 orang tewas dan 47 orang hilang akibat terjadinya ledakan di tambang batu bara di Ukraina timur, Rabu (4/3).

Kantor berita Russia Today melaporkan, ledakan terjadi di tambang di wilayah Zasyadko di provinsi Donetsk yang tengah dilanda konflik bersenjata. Organisasi buruh setempat mengatakan tengah melakukan penyelidikan atas laporan kematian 77 penambang selain 47 penambang yang hilang.

Namun berbagai laporan menyebutkan jumlah korban yang tewas adalah 30 orang.

“Menurut informasi awal, lebihd ari 30 orang tewas. Para petugas penolong belum tiba di lokasi bencana. Mereka harus membersihkan gas beracun terlebih dahulu sebelum masuk (terowongan),” kata Vladimir Tsymbalenko, pejabat keamanan pertambangan setempat kepada Reuters.

Otoritas pertambangan Donetsk mengatakan dalam situs resminya bahwa 198 orang telah meninggalkan tambang tersebut.

Pejabat SAR setempat mengatakan kepada Russia Today bahwa terdapat 30 orang yang masih terjebak di dalam tambang, berbeda dengan data sebelumnya yang menyebut angkanya mencapai 70 orang. Di sisi lain organisasi penambang menyebutkan terdapat 73 hingga 207 orang di dalam tambang saat terjadinya ledakan. Belum ada komunikasi antara petugas dengan para pekerja tambang yang terjebak itu.

Penyebab ledakan diduga adalah terjadinya percampuran antara gas dan udara.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko telah memerintahkan ditetapkannya hari berkabung nasional setelah jumlah korban yang sebenarnya telah diketahui.

Tambang batubara Zasyadko telah dikenal atas insiden-insiden fatal yang pernah terjadi di tempat ini. Selama beberapa tahun terakhir setidaknya 200 pekerja tambah tewas akibat kecelakaan di tempat ini. Bencana terbesar terjadi November tahun 2007 ketika 101 dinyatakan tewas akibat ledakan. Hanya 2 minggu kemudian terjadi lagi 2 ledakan yang menewaskan lebih dari 5 orang.

Pada bulan Januari lalu 500 penambang terjebak di tambang itu setelah terjadi ledakan yang mematikan aliran listrik.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*