pilot-whale-strandedWellington, LiputanIslam.com — 22 ekor ikan paus pilot yang berhasil diselamatkan setelah terdampar di pantai Teluk Plenty, Selandia Baru, akhirnya mati setelah kembali mendamparkan diri, Kamis (6/11).

Sebagaimana laporan BBC News, sekitar 60 ikan paus pilot dalam 2 kelompok terdampar di Teluk Plenty pada hari Senin (3/11). Sehari kemudian sebanyak 36 di antaranya mati. Para aktifis berhasil mengapungkan kembali 22 ikan paus yang masih hidup, namun pada hari Kamis (6/11) seluruh ikan paus itu ditemukan tewas setelah kembali mendamparkan diri di pantai.

Para ahli masih belum mengetahui penyebab pasti ikan-ikan paus itu mendamparkan diri ke pantai.

Ikan paus, terutama jenis pilot, tercatat sering melakukan aksi mendamparkan diri yang berakhir tragis. Fenomena terbesar ikan paus pilot yang mendamparkan diri terjadi tahun 1918, ketika sekitar 1.000 ikan paus mendamparkan diri di Pulau Chatham. Demikian data dari Department of Conservation (DOC).

Selandia Baru adalah negara yang paling sering mengalami peristiwa ikan paus terdampar.

Project Jonah, aktifis yang terlibat dalam operasi penyelamatan paus-paus itu mengatakan di Facebook, Kamis (6/11), kematian ke 22 ikan paus itu merupakan akhir yang menyedihkan setelah keberhasilan mengembalikan ikan-ikan paus itu ke laut.

Ini adalah peristiwa menarik kedua yang melibatkan ikan paus bulan ini. Awal bulan lalu seorang pemuda Australia, Harrison Williams, menjadi berita di media-media massa dunia setelah berenang dan melompat ke atas bangkai ikan paus yang tengah disantap oleh sekelompok ikan hiu ganas.

Kepada media massa yang mewawancarainya setelah peristiwa itu, Williams yang adalah seorang peminat olahraga ekstrem dan selancar air, mengaku telah bertindak bodoh dengan tidak memperhitungkan resiko menjadi santapan ikan-ikan hiu ganas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL