Indian lions picturesNew Delhi, LiputanIslam.com — India adalah satu-satunya tempat di luar benua Afrika yang menjadi habitat salah satu binatang paling eksotis di dunia, yaitu singa.

Sampai pergantian abad lalu India bahkan benar-benar menjadi miniatur Afrika dengan beberapa binatang khas Afrika yang berada di India, termasuk cheetah dan leopard (sejenis macan tutul), badak, wildebeast dan nilgai (perpaduan antara rusa dan sapi), heyna (sejenis srigala), antelope (sejenis rusa) dll.

Namun kini keberadaan Singa India (disebut juga Singa Asia atau Singa Persia) mengundang keprihatinan mendalam para pemerhati lingkungan.

Berada di satu-satunya habitat tersisa di kawasan Hutan Gir di negara bagian Gujarat, para pemerhati lingkungan mencatat setidaknya 256 singa India meninggal dalam 5 tahun terakhir, atau lebih dari 50 ekor setahun. Dalam 3 bulan terakhir, sebanyak 20 ekor di antaranya mati akibat ditabrak truk dan kereta api. Demikian laporan BBC News, Selasa (9/9).

“Sekitar 40% dari total populasi singa kini tinggal di luar kawasan hutan. Sumur-sumur terbuka dan kawat listrik di perkebunan-perkebunan, kendaraan dan kereta api telah membuat kawasan ini sebagai jabakan maut bagi singa-singa,” kata aktifis lingkungan Takhubhai Sansur kepada BBC.

Sensus terakhir yang dilakukan tahun 2010 menunjukkan jumlah singa India sekitar 400 ekor lebih. Mereka hidup di area seluas 20.000 km persegi di region (setingkat kabupaten) Saurashtra yang mencakup distrik Junagadh dan 10 distrik (setingkat kecamatan) lainnya.

Pada tahun 2000 badan konservasi dunia IUCN menempatkan Singa India ke dalam daftar satwa yang terancam punah. Namun pada tahun 2005 stasus itu dicabut setelah jumlahnya mencapai angka 250 ekor.

Pejabat kehutanan Sandeep Kumar mengatakan bahwa saat ini pemerintah telah membuat habitat alternatif bagi para singa untuk memberi ruang lebih luas bagi mereka. Pemerintah juga sudah memerintahkan perusahaan kereta api untuk mengurangi laju kereta api di wilayah habitas singa-singa itu.

Pemerintah Gujarat menghabiskan 500 juta rupee atau sekitar Rp85 miliar untuk melindungi kehidupan liar terutama kucing-kucing besar seperti singa. Namun para kritikus menilai angka itu terlalu rendah.

“Kematian-kematian singa itu sangat mengejutkan sehingga pemerintah menyembunyikan laporan otopsi. Kehidupan kucing-kucing besar di luar Hutan Gir kini dalam risiko besar,” kata aktifis lingkungan Harish Joshi.

Sementara itu Ravi Chellam, yang telah meneliti singa India selama 3 dekade lebih, mengatakan bahwa kehidupan singa-singa India kini dalam kondisi terancam.

Pada tahun 1990-an para ahli lingkungan menyarankan agar sebagian singa-singa itu dipindahkan ke lokasi lain untuk mencegah risiko serangan wabah penyakit yang bisa memunahkan singa-singa itu.

“Sebuah wabah epidemik di Serengeti National Park di Tanzania tahun 1994 menewaskan lebih dari 1.000 ekor singa dalam beberapa hari,” kata Chellam menyinggung usulan pemindahan itu.

Namun usulan itu ditolak oleh pemerintah Gujarat sehingga memunculkan tuduhan “bermain politik dengan singa”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL