pulau baruTonga, LiputanIslam.com — Sebuah pulau baru terbentuk di tengah Samudra Pasifik akibat ledakan gunung berapi bawah laut di Tonga, sebuah negara di Pasifik selatan. Pulau tersebut berukuran lebar 500 meter dan berketinggian 250 meter.

Pulau baru tersebut terletak 45 km barat-laut ibukota Tonga, Nuku’alofa. Pulau ini terbentuk dari letusan gunung Hunga Tonga yang telah berlangsung sejak bulan Desember 2014 lalu. Demikian BBC News melaporkan, Kamis petang (12/3).

Seorang ahli gunung berapi mengatakan pulau baru itu masih dalam kondisi tidak stabil dan berbahaya untuk didatangi. Kondisi tanah di pulau itu bahkan masih panas.

Gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai meletus untuk kedua kalinya dalam 5 tahun pada bulan Desember lalu. Pulau baru itu bisa dilihat dari kota Nuku’alofa.

“Itu cukup keras jika kita sampai di sana dan cukup tinggi. Rasanya cukup aman, satu-satunya kesulitan adalah keluar dari perahu dan mendarat di pulau itu. Permukaannya masih panas, Anda bisa merasakannya,” kata
Gianpiero Orbassano, pemilik hotal dan pemandu wisata di Tonga yang telah mendatangi pulau itu bersama 2 orang temannya. Ia berjanji akan datang lagi ke pulau itu secepatnya.

Orbassano (63 tahun) pernah pergi ke sebuah pulau volkanik lain yang terbentuk di tengah Samudra Pasifik dan bermain golf bersama teman-temannya di sana.

“Saya tidak merasakan bahaya. Ketika saya berada di sana perhatian saya sepenuhnya pada fotografi,” tambahnya.

Orang lain yang telah datang ke pulau itu adalah Mary Lyn Fonua, editor situs berita Matangi Tonga. Demikian BBC menyebutkan.

“Saya berada pada jarak 700 meter dari pulau itu, dan berada di sana di dalam perahu kecil adalah membahayakan,” kata Fonua.

“Sifat gunung api bawah laut sangat berbeda, semua gas bisa dimuntahkan seketika. Namun itu adalah hal yang sangat menarik untuk dilihat, hanya dengan melihat sebuah pulau baru tengah terbentuk,” katanya lagi.

Namun Matt Watson, pakar bencana alam dari University of Bristol, mengatakan bahwa permukaan pulau itu masih sangat tidak stabil dan berbahaya.

“Anda harus bisa meyakinkan saya dengan bukti ilmiah yang kuat, untuk meyakinkan saya pergi ke pulau itu,” katanya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*