high speed rainKualalumpur, LiputanIslam.com — Pembangunan jalur kereta api cepat yang menghubungkan Singapura dengan ibukota Malaysia Kualalumpur akan dimulai akhir tahun 2015 mendatang. Semikian laporan situs berita New Straits Times (NST) akhir pekan lalu (24/10).

Ketua Komisi Transportasi Publik Darat Malaysia, Tan Sri Dr Syed Hamid Albar, mengatakan bahwa studi kelayakan proyek tersebut telah diserahkan kepada pemerintah Malaysia dan Singapura dan pertemuan antara delegasi kedua pemerintahan akan digelar awal tahun depan untuk menuntaskan rinciannya.

“Kami memiliki tenggat waktu untuk menyelesaikan proyek ini pada tahun 2020, dan target kami saat ini adalah pembangunan konstruksi untuk dimulai tahun depan,” kata Hamid Albar.

“Konstruksi kemungkinan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun depan,” tambahnya usai mengikuti konperensi “International High-Speed Rail Conference: High-Speed Rail Accelerating Toward the Future”.

Syed Hamid Albar menambahkan bahwa tanggal pasti dimulainya proyek itu akan tergantung pada hasil pertemuan kedua pemerintah mendatang.

Ia mengatakan bahwa kedua pemerintahan diharapkan akan menandatangani kesepakatan tentang proyek tersebut yang diperkirakan akan menelan biaya RM 38,4 miliar, sudah termasuk pembelian beberapa set kereta api cepat.

Menurut Albar, akan ada 7 stasiun yang akan dibangun sepanjang jalur kereta api cepat tersebut, masing-masing Kuala Lumpur, Putrajaya, Seremban, Ayer Keroh, Muar, Batu Pahat dan Nusajaya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengadakan pendekatan dengan beberapa negara pembuat kereta api cepat, seperti Cina, Jepang, Spanyol, Perancis, Jerman, dan Korsel.

Proyek ini merupakan titik awal dari proyek besar Economic Transformation Programme yang ditujukan untuk meningkatkan dinamisme ekonomi ibukota Malaysia Kualalumpur. Tujuan proyek ini adalah mempersingkat waktu tempuh antara Kualalumpur dengan Singapura menjadi hanya 90 menit.

Saat ini waktu tempuh kedua ibukota negara ASEAN itu sekitar 5 jam dengan bus dan mobil dan 45 menit dengan pesawat penumpang.

Jalur kereta api cepat ini juga diharapkan akan mengurangi beban yang ditanggung jalan raya yang saat ini telah melebihi kapasitas optimal hingga 33%.

Pada bulan Februari 2013 lalu kedua negara menandatangani MoU pembangunan jalur kereta api cepat antara kedua kota besar itu dengan target operasional tahun 2020.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL