Ukraine-sniper-684x452_cSimferopol, LiputanIslam.com — Seorang penembak jitu (sniper) warga Ukraina berusia 17 tahun menembak mati dua orang di pusat kota Simferopol, Krimea, Selasa (18/3). Tembakan remaja itu juga melukai dua orang lainnya.

Polisi Krimea  mengatakan, penembakan yang dilakukan remaja asal Lvov, satu daerah di barat Krimea dan anggota kelompok nasionalis kanan, kemungkinan aksi provokasi. Akibat ulah tersebut, perdana menteri Ukraina kemarin mendeklaraikan bahwa perkembangan di Krimea telah berubah menjadi aksi “militer”.

Penembak jitu itu memilih posisi di atas satu gedung yang sedang dibangun dan menembakkan senjatanya dari dua arah berbeda. Remaja ini menyasar markas militer dan kelompok pasukan pertahanan diri Krimea yang berada dekat markas. Diduga penembak jitu itu tidak sendirian menjalankan aksinya.

Sebelumnya, pasukan keamanan diri Krimea telah menerima peringatan tentang ditemukannya satu kelompok orang bersenjata berada di sekitar gedung yang sedang dibangun di jalan Kubanskaya. Penembak jitu melakukan tembakan saat pasukan memeriksa gedung sesuai peringatan yang mereka terima.

“Akibatnya satu prajurit tewas dan lainnya terluka,” kata sumber di Kementerian Dalam Negeri Krimea.

Kementerian Dalam Negeri Crimea menjelaskan, dua orang yang tewas itu adalah prajurit unit pertahanan diri dan personil militer Ukraina.

Sedangkan yang terluka adalah rekan kerja kedua orang yang tewas. Polisi kemudian menangkap penembak jitu itu seperti dilansir radio Vesti FM, Rabu (19/3). Penembakan ini terjadi pasca pemerintah Krimea menandatangani perjanjian reunifikasi dengan Rusia di kota Simferopol (ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*