menhan rusiaWarsawa, LiputanIslam.com — Polanda melakukan tindakan yang dianggap sebagai provokasi, setelah menahan pesawat yang membawa menhan Rusia Sergey Shoigu yang hendak melintasi wilayah Polandia.

Kantor berita Rusia RIA Novosti melaporkan, insiden itu terjadi hari Jumat (29/8), ketika pesawat yang membawa Menhan Rusia hendak kembali ke Rusia setelah menghadiri upacara peringatan 70 tahun pemberontakan Banská Bystrica di Slovenia.

Satu jam setelah pesawat TU-154 yang membawa Menhan Rusia meninggalkan Slovakia, otoritas penerbangan Polandia tiba-tiba menolak pesawat tersebut melintasi wilayahnya karena perubahan status dari pesawat sipil menjadi militer.

Dengan perubahan status yang tidak diketahui alasannya itu, sebuah pesawat militer asing harus menunggu ijin selama 72 jam. Akibatnya pesawat itupun harus mendarat di Bratislava selama beberapa jam.

Atas kejadian itu Kemenlu Rusia mengecamnya sebagai “insiden yang tidak pantas” dan mengancam akan melakukan “tindakan balasan yang tepat” karena telah “mengancam keselamatan penerbangan.

Polandia sendiri menyatakan insiden itu disebabkan oleh kesalahan teknis.

“Delegasi Rusia harus kembali ke Bratislava karena keterbatasan bahan bakar, yang mengakibatkan timbulnya ancaman atas keselamatan penerbangan,” demikian pernyataan Kemenlu Rusia atas insiden itu.

RIA menyebutkan, ijin terbang baru diberikan beberapa jam kemudian setelah terjadi ketegangan diplomatik antara pejabat luar negeri kedua negara.

Tidak lama setelah pesawat itu mendarat di Moskow, Rusia pun mengeluarkan pernyataan yang menyebut tindakan Polandia sebagai “pelanggaran nyata atas norma dan etika komunikasi”.

Dan terkait dengan perayaan kemenangan Slovakia atas Nazisme, Rusia menuduh insiden itu sebagai upaya untuk menghapus memori kemenangan pihak yang telah menyelamatkan Eropa dari fasisme.

Menanggapi kemarahan Rusia itu, jubir kemenlu Polandia mengatakan kepada ITAR-Tass:

“Dalam kaitan penerbangan oleh Menhan Rusia wilayah udara Polandia, tidak ada motif politik di dalamnya. Ini hanya masalah prosedur.”

Insiden itu pun tidak urung mengundang komentar PBB. Jubir Sekjend PBB mendesak kedua pihak untuk menghindari tindakan-tindakan provokasi.

Terkait dengan konflik di Ukraina, Polandia adalah salah satu negara Eropa timur yang paling vokal menentang keterlibatan Rusia. Menjadi pangkalan sistem pertahanan udara anti-Rusia NATO, Polandia pun menyerukan NATO bertindak lebih keras kepada Rusia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL