Gaza, LiputanIslam.com—Ribuan karyawan PBB di Jalur Gaza menggelar mogok massal dalam rangka memprotes pemotongan dana bantuan oleh AS kepada pengungsi Palestina.

Sebanyak 13.000 karyawan melakukan aksi ini pada Senin (29/1/18), dan membuat beberapa sekolah, klinik, dan pusat pembagian makanan di kawasan tersebut tutup selama satu hari.

Pada awal bulan ini, pemerintah AS mengeluarkan kebijakan pemotongan dana bantuan kepada organisasi PBB yang membantu pengungsi Palestina, UNRWA. Organisasi ini menjalankan 278 sekolah yang diisi sekitar 300.000 siswa Palestina.

Untuk memprotes kebijakan itu, para karyawan PBB ini berdemo di kantor PBB di kota Gaza, sembari mengibarkan bendera Palestina dan membawa plakat bertuliskan “Kemuliaan tak ternilai harganya.”

Menurut juru bicara UNRWA, Abu Hasna, organisasinya hanya punya dana untuk beroperasi selama tiga bulan. Dia pun telah mengajukan permohonan dana dari internasional.

UNRWA didirikan oleh Majelis Umum PBB  pada tahun 1946, satu tahun setelah berdirinya rezim Israel. Lebih dari setengah penduduk Jalur Gaza bergantung kepada bantuan UNRWA dan organisasi kemanusiaan lainnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL